Kinerja Ekspor Lemah, Cadangan Devisa RI Masih Tipis

Kinerja Ekspor Lemah, Cadangan Devisa RI Masih Tipis

- detikFinance
Jumat, 18 Mar 2005 14:56 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom mengakui, perkembangan cadangan devisa Indonesia tidak secepat negara lain yang juga terkena krisis. Hal itu disebabkan karena kondisi ekspor Indonesia tidak sebaik negara lain. "Kita paling lambat perkembangan cadangan devisanya dibanding negara lain yang terkena krisis, karena ekspor kita tidak sebaik mereka," kata Miranda saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Outlook 2005 di Hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (18/3/2005).Miranda menambahkan, meski kondisi Indonesia saat ini adem ayem, namun sejumlah masalah di ekonomi, sosial, politik dan keamanan masih ada. Selain itu komoditi andalan Indonesia juga sudah tidak kompetitif dibandingkan negara lain. "Kita sekarang ini kalah dengan Cina, Vietnam dan Kamboja," katanya.Meski demikian, lanjut Miranda, dirinya optimis perekonomian nasional akan tetap tumbuh seiring data baru yang menunjukkan ekonomi global masih berada dalam tren positif. Diperkirakan pada tahun ini perekonomian global akan tumbuh 4-4,3 persen yang merupakan pertumbuhan tertinggi selama 30 tahun terakhir. Sementara dari sisi domestik, lanjut Miranda, konsumsi tetap akan memberikan sumbangan bagi pertumbuhan disamping investasi yang juga menunjukkan perkembangan berarti. Hal itu bisa dilihat dari sisi permintaan bahan baku maupun pemberian kredit dari perbankan ataupun sumber pembiayaan lain. "Kalau pada awal tahun, kita memprediksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5-5,5 persen, maka saya optimis Indonesia ekonominya bisa tumbuh 5-6 persen dengan tingkat probabilitasnya sangat tinggi yakni 97,99 persen sehingga potensi capaian pertumbuhan akan mendekati angka yang paling tinggi," demikian Miranda S Goeltom. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads