"Kita sih kemarin bilang masih di 9,95%. Jadi itu average untuk all segment," ungkapnya saat meninggalkan Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/5/2016).
Tiko, akrabnya disapa, menyampaikan pelonggaran moneter memang sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, saat suku bunga acuan dan Giro Wajib Minimum (GWM) diturunkan. Kemudian menyusul perubahan BI rate menjadi BI 7 Days Repo Rate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, agar posisi bunga kredit bisa mencapai single digit, maka butuh waktu sampai akhir tahun. Ini terkait dengan kondisi stabilitas moneter yang masih penuh berbagai tantangan.
"Penting memang dari sisi kondisi stabilitas moneter bisa terjadi supaya nanti bunga deposito bisa turun terus. Sehingga nanti penurunan suku bunga kredit ini tidak otomatis memberikan dampak langsung kepada profitabilitas perbankan. Jadi bukan NIM-nya dipotong tapi suku bunga diturunkan seiring dengan penurunan bunga deposito," papar Tiko.
"Kami yakin pada akhir tahun nanti target single digit bisa tercapai dan kita merasa bahwa dengan penurunan gradual seharusnya dampak kepada persepsi Indonesia tetap positif," tukasnya. (mkl/drk)











































