"Baru saja kita menyelenggarakan pertemuan dengan Arianespace dipimpin CEOnya. Mereka menyampaikan adanya penundaan karena permasalahan anomali di peluncur. Tapi satelit BRI, BRIsat aman dan dalam posisi standby," ujar Direktur utama BRI, Asmawi Syam, Direktur dalam jumpa pers di Hotel Four Season, Paris, Selasa (7/6/2016)
Asmawi mengatakan, pihak BRI memahami penundaan tersebut karena sudah diperhitungkan dengan matang oleh Arianespace. Pihak Arianespace telah menyampaikan permintaan maaf ke BRI soal penundaan, dan BRI juga terus memantau karena akan menginformasikan juga ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin sore ini (waktu Paris) akan ada pengumuman. Sebagai Dirut, saya menyampaikan peluncuran BRIsat bisa berjalan sukses. Tapi, apabila ada penundaan karena masalah keamanan kami memahami, karena ini termasuk mitigasi risiko. Kami yakin Arianespace segera memperbaiki karena ini menyangkut reputasi mereka," tutur Asmawi
Asmawi menambahkan, ada dua manfaat dari satelit BRIsat ini, yaitu BRI bisa berhemat dan mendukung pengembangan branchless banking.
"Ini secara keuangan bisa menghemat. Selama ini kita menyewa satelit Rp 500 miliar rupiah setahun, sedangkan harga satelit in Rp 3,35 triliun dengan masa aktif 17 tahun. Selain itu, kita juga bisa mengembangkan agen branchless banking atau BRIlink, jadi kita tak perlu membangun kantor cukup mengonlinekan agen-agen," pungkas Asmawi. (hns/feb)











































