Dukung Program Sejuta Rumah, BTN Sasar Pekerja Informal

Dukung Program Sejuta Rumah, BTN Sasar Pekerja Informal

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2016 19:05 WIB
Dukung Program Sejuta Rumah, BTN Sasar Pekerja Informal
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendukung program pemerintah merealisasikan program satu juta rumah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2015 lalu.

Di tahun ini, BTN menargetkan penjualan rumah hingga 570.000 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 lalu sebanyak 470.000 unit.

"2015 BTN membukukan booking daripada rumah KPR maupun konstruksi 470.000. Di 2016 pemerintah juga melanjutkan sejuta rumah, maka tahun ini 570.000 unit," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam dialog jelang berbuka puasa bersama media di Menara BTN, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menambah jumlah penjualan rumah di tahun ini, BTN juga memperluas segmen pembeli rumah yang tidak hanya fokus pada pekerja formal dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja. BTN juga menyasar para pekerja informal agar mampu memiliki rumah yang layak.

"Kita akan menaikkan perluasan segmen. Kemarin PNS dan pekerja. Sekarang PNS, pekerja, dan masyarakat penghasilan tidak tetap juga," ujar Maryono.

BTN juga memperkenalkan kredit mikro kepada para pekerja informal. Dengan cicilan kredit yang lebih ringan dibandingkan KPR subsidi, maka diharapkan penjualan perumahan di tahun ini dapat meningkat.

"KPR mikro menjadi segmen yang baru masuk ke masyarakat informal tidak tetap ini kita bisa menaikkan pembiayaan perumahan," tutur Maryono.

BTN optimistis, penjualan perumahan ke masyarakat menengah ke bawah masih menjanjikan dan mampu mengikuti arahan pemerintah dalam mewujudkan program satu juta rumah.

Selain itu, BTN juga telah menggandeng beberapa pengembang properti untuk memenuhi permintaan KPR subsidi yang setiap tahunnya semakin meningkat.

"Kesimpulannya BTN akan tetap konsisten pembiayaan perumahan, baik non subsidi maupun KPR yang subsidi. BTN telah melakukan pendekatan pengembang untuk mempercepat permintaan KPR subsidi yang peningkatannya cukup besar," tutup Maryono. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads