"Permintaan masih cukup banyak, Kuartal II mencapai sekitar 120.000 unit, KPR dan konstruksi, sebagian besar KPR subsidi," ujar Maryono usai menghadiri halalbihalal di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/7/2016).
Ia menargetkan, penyaluran KPR BTN pada akhir tahun ini bisa mencapai 570.000 unit rumah dengan nilai Rp 60 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia menambahkan, dampak penurunan Loan To Value (LTV) yang akan diberlakukan BI pada Agustus mendatang belum memberikan dampak terhadap permintaan KPR.
"Sampai sekarang karena LTV di kelas menengah, bukan kelas subsidi, belum kelihatan. Juli atau Agustus ini mudah-mudahan sudah kelihatan," tutur Maryono. (drk/drk)











































