Hal ini diungkapkan oleh Nelson Tampubolon, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I di Kantornya, Jakarta, Selasa (12/7/2016).
"Di semester II saya melihat banyak faktor yang kita harapkan mendorong pertumbuhan kredit. Pertama ini kan dana masuk akan cukup banyak, dari tax amnesty rasanya nggak perlu kita ragukan lagi. Jumlahnya berapa nggak bisa saya prediksi. Tapi pasti besar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, adalah permintaan dari dunia usaha akan kredit dipastikan meningkat. Seiring dengan implementasi paket kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah selama beberapa bulan terakhir.
"Kalau kita lihat undisbursed loan sekarang ini masih cukup tinggi. Kita harapkan di semester II ini pertumbuhan kreditnya jauh lebih tinggi dari Semester I," ujarnya.
OJK memproyeksi pertumbuhan kredit sampai akhir tahun bisa mencapai 13%. Walaupun pada semester I hanya berada level lebih rendah.
"Saya masih punya harapan besar sampai akhir tahun itu mungkin pertumbuhan sampai 13% masih bisa. Masih optimistis," tegas Nelson. (mkl/hns)











































