Harga Tidak Optimal, Pemerintah Batal Jual Saham di BCA
Rabu, 23 Mar 2005 18:43 WIB
Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk membatalkan penjualan 5,02 persen sahamnya di BCA dengan alasan tidak memperoleh harga yang optimal. Pemerintah memutuskan untuk menunggu hingga waktu yang tepat untuk melepas saham BCA.Demikian disampaikan Dirut PT PPA Muhammad Syahrial di Jakarta, Rabu (23/2/2005)."PT PPA tidak melepas kepemilikan saham di BCA karena harga penawaran di pasar yang dianggap tidak optimal dan tidak premium. PPA akan menunda sampai waktu yang tepat," kata Syahrial.Sementara dalam kesempatan terpisah Menkeu Jusuf Anwar juga menegaskan, pemerintah tidak akan melepas saham BCA jika tidak memperoleh harga yang maksimal. "Saya harus lihat dulu perkembangan. Saya punya prinsip tidak mau jual obral. Saya tidak mau jual murah," tegas Menkeu. Sebelumnya dikabarkan pemerintah menawarkan harga saham BCA di kisaran Rp 3.700-3.775 per saham. Sementara dalam penutupan perdagangannya kemarin, saham BCA ditutup turun Rp 50 menjadi Rp 3.775. Dalam pelepasan saham BCA tersebut underwriternya adalah PT CLSA Indonesia, PT Mandiri Sekuritas and PT Nusantara Securities. Saat ini kepemilikan saham BCA adalah Farindo Investment Ltd (52 persen), publik (42 persen), pemerintah (5.02 persen) dan sisanya dimiliki investor individual.
(qom/)











































