Tapi, apakah para WNI akan membawa semua dana di Singapura pulang kampung ke Indonesia?
"Pertanyaannya seberapa banyak yang keluar dari Singapura? Saya kira sedikit, karena alasan sederhana orang-orang tahan dananya di luar negeri bukan soal pajak, itu soal investasi. Saya bisa taruh uang saya di Singapura, di Amerika Serikat, di India, terserah saya mana yang lebih menguntungkan investasinya. Bukan soal pajak," jelas Chief Executif Officer DBS Bank, Piyush Gupta di kantor pusat DBS Bank, Marina Bay Financial Center (MBFC), Singapura, Rabu (3/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang Indonesia banyak punya aset di Singapura, tinggal di Singapura, anak sekolah di Singapura, saya kira tidak akan mengubah banyak. Tidak akan banyak uang yang keluar, ini hanya soal declare aset di Singapura," ujar Piyush.
Sementara itu, Vice President Economic dan Currency Research DBS Bank, Gundi Cahyadi mengatakan, jika dana peserta tax amnesty lebih banyak masuk di pasar obligasi, terutama obligasi untuk proyek-proyek infrastruktur, kecil kemungkinan ada aliran keluar modal secara besar-besaran keluar.
"Bank Indonesia Indonesia memprediksi ada aliran dana masuk Rp 500-550 triliun, ini masih angka setengahnya dari potensi yang dibuat pemerintah. Bagaimana caranya menahan dana repatriasi sebanyak itu? Dengan terbitkan bond infrastruktur," ucap Gundi. (hns/hns)











































