Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mengalami perlambatan ekonom. Namun, ekonomi Indonesia sekarang berangsur pulih dan mulai tumbuh lagi di atas 5%.
"Kondisi ekonomi dunia 8 tahun belakangan terus mengalami perlambatan, Indonesia malah tumbuh 5,18% di kuartal II. Sumber pertumbuhan Indonesia adalah motornya Sumatera dan Surabaya. Kalimantan dan timur Indonesia memang masih agak lambat. Tapi Sumatera kita lihat mulai tumbuh ditopang sektor pertanian yang mulai baik," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Marto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan, ekonomi Indonesia masih akan tumbuh tinggi dengan banyaknya proyek infrastruktur. Banyak negara justru tidak membangun infrastruktur sehingga ekonominya mandek.
"Kalau kita lihat negara lain seperti Brazil dan Rusia masih negatif. Artinya Indonesia sudah jauh lebih baik. Tapi itu tidak cukup. Karena kita tidak ingin pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak dirasakan oleh masyarakat. Kita butuh pemerataan," ujarnya.
Agus menambahkan, pada 2013-2014 inflasi Indonesia mencapai sekitar 8,3%. Kondisi ini menggerus gaji dan pendapatan masyarakat.
"Tapi di tahun 2016 pada kuartal dua kemarin tercatat hanya 3,21% sejalan dengan target pemerintah di kisaran 4% di tahun 2016. Dengan kondisi ini, kita perkirakan sepanjang 2016 bisa dipertahankan sekitar 3,2%," jelasnya.
Indonesia ke depan ingin mengejar pertumbuhan Ekonomi yang kuat dan berkesinambungan. Menurut Agus, sektor kemaritiman bisa direformasi dan digenjot untuk memajukan Ekonomi Indonesia.
"Butuh reformasi tidak hanya di fiskal tapi juga moneter serta reformasi struktural," ujarnya. (ang/drk)











































