Agus Marto: Ekonomi Dunia 8 Tahun Melambat, RI Malah Tumbuh 5%

Agus Marto: Ekonomi Dunia 8 Tahun Melambat, RI Malah Tumbuh 5%

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2016 11:16 WIB
Agus Marto: Ekonomi Dunia 8 Tahun Melambat, RI Malah Tumbuh 5%
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Ekonomi dunia tumbuh melambat dalam 8 tahun terakhir. Banyak negara terkena imbas dari perlambatan ekonomi ini.

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mengalami perlambatan ekonom. Namun, ekonomi Indonesia sekarang berangsur pulih dan mulai tumbuh lagi di atas 5%.

"Kondisi ekonomi dunia 8 tahun belakangan terus mengalami perlambatan, Indonesia malah tumbuh 5,18% di kuartal II. Sumber pertumbuhan Indonesia adalah motornya Sumatera dan Surabaya. Kalimantan dan timur Indonesia memang masih agak lambat. Tapi Sumatera kita lihat mulai tumbuh ditopang sektor pertanian yang mulai baik," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Marto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menyampaikan hal itu dalam diskusi publik bertajuk Reformulasi Strategi Pengembangan Wilayah Batam dan sekitarnya, sebagai Wilayah Berdaya Saing Tinggi Secara Ekonomi di Hotel Radisson, Batam, Jumat (12/8/2016).

Agus mengatakan, ekonomi Indonesia masih akan tumbuh tinggi dengan banyaknya proyek infrastruktur. Banyak negara justru tidak membangun infrastruktur sehingga ekonominya mandek.

"Kalau kita lihat negara lain seperti Brazil dan Rusia masih negatif. Artinya Indonesia sudah jauh lebih baik. Tapi itu tidak cukup. Karena kita tidak ingin pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak dirasakan oleh masyarakat. Kita butuh pemerataan," ujarnya.

Agus menambahkan, pada 2013-2014 inflasi Indonesia mencapai sekitar 8,3%. Kondisi ini menggerus gaji dan pendapatan masyarakat.

"Tapi di tahun 2016 pada kuartal dua kemarin tercatat hanya 3,21% sejalan dengan target pemerintah di kisaran 4% di tahun 2016. Dengan kondisi ini, kita perkirakan sepanjang 2016 bisa dipertahankan sekitar 3,2%," jelasnya.

Indonesia ke depan ingin mengejar pertumbuhan Ekonomi yang kuat dan berkesinambungan. Menurut Agus, sektor kemaritiman bisa direformasi dan digenjot untuk memajukan Ekonomi Indonesia.

"Butuh reformasi tidak hanya di fiskal tapi juga moneter serta reformasi struktural," ujarnya. (ang/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads