Hal yang sama juga terjadi pada rata-rata bunga maksimum yang turun 18 bps menjadi 7,29% serta bunga minimum yang turun 3 bps ke level 5,48%. Penurunan suku bunga pasar yang terjadi sejak Februari 2016 terlihat lebih tajam dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, antara lain didorong oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan BI rate hingga empat kali di semester I-2016.
"Tren penurunan bunga simpanan hingga akhir tahun 2016 kami perkirakan tidak akan setajam di tujuh bulan pertama tahun ini, seiring dengan makin terbatasnya ruang pelonggaran kebijakan moneter serta pertumbuhan kredit yang mulai membaik," tulis LPS dalam keterangan resminya seperti dikutip detikFinance, Senin (15/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan DPK mencapai 6,53% y/y (+0,67% m/m) pada Mei 2016, meningkat dari 6,18% (+0,21% m/m) pada bulan sebelumnya. Di tengah likuiditas perbankan yang masih mencukupi, pemanfaatan DPK terbilang belum optimal sehingga menyebabkan pertumbuhan DPK saat ini masih cukup rendah.
Pada saat yang sama, pertumbuhan kredit juga tercatat masih relatif rendah, yaitu sebesar 8,34% y/y (+1,59% m/m), meski naik dari 7,95% (+0,16% m/m) di bulan April. Dengan demikian, rasio LDR meningkat dari 89,47% pada bulan April menjadi 90,28% pada bulan Mei.
"Kami melihat bahwa stabilitas industri perbankan masih tetap kuat dengan rasio kecukupan modal yang tinggi. Adanya kebijakan-kebijakan baru yang mendorong pergerakan roda perekonomian diharapkan bisa ikut mendorong kinerja perbankan, terutama dari sisi pertumbuhan kredit," sebut LPS.
Sementara itu, sebagian besar laporan kinerja emiten selama semester I-2016 tercatat sesuai dengan ekspektasi para analis. Sektor konsumsi dan telekomunikasi cenderung mencatatkan kinerja yang baik dibanding perbankan. (drk/hns)











































