"Dari sisi domestik, penguatan rupiah didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik sejalan dengan terjaganya stabilitas makro ekonomi disamping implementasi UU Pengampunan Pajak," kata Gubernur BI Agus Marto Wardojo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
Faktor lain yang turut mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah, kata Agus, juga datang dari luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan Bank Indonesia, selama triwulan II 2016 nilai tukar rupiah, secara rata-rata, menguat sebesar 1,59% dan mencapai level Rp 13.313 per dolar AS.
Penguatan nilai tukar rupiah terus berlanjut di bulan Juli 2016 sebesar 1,72% dan ditutup di level Rp13.112 per dolar AS.
"Penguatan rupiah masih akan terus berlanjut seiring dengan persepsi positif atas prospek ekonomi domestik dan meredanya risiko eksternal," tutupnya. (dna/feb)











































