ULN sektor swasta hingga akhir triwulan II-2016 tercatat sebesar US$ 165,1 miliar (51,0% dari total ULN) dibandingkan ULN publik sebesar US$ 158,7 miliar (49,0% dari total ULN).
Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistiowati menyebutkan, penurunan ULN sektor swasta sebesar 3,1% (yoy) dikarenakan banyaknya pihak swasta yang menggunakan dananya untuk membayar utang dibandingkan menarik utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari kuartal I-2016 utang swasta turun terus banyak bayar daripada pinjam. Perusahaan pinjaman afiliasi PMA itu kan perannya 33%. Perusahaan PMA ekspor turun ekspor masih negatif baik ekspor manufaktur maupun SDA menyebabkan dia kenapa utang banyak-banyak. Dia nggak butuh banyak capital (modal) industri karena ekspor melambat," terang Hendy saat jumpa pers di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).
Pihaknya memperkirakan, di kuartal III dan kuartal IV-2016 perdagangan internasional membaik seiring dengan meningkatnya ekspor seperti manufaktur dan SDA. Di paruh kedua 2016, dunia usaha diperkirakan akan menambah porsi ULN untuk menambah modal perseroan di tengah membaiknya iklim perdagangan internasional.
"Ke depan perkiraannya akan lebih baik. Ekspor masih turun 2 bulan manufaktur membaik. Kuartal III-2016 industri pengolahan ekspansi. Menurun kuartal I dan kuartal II tetap kita punya perkiraan kuartal II dan kuartal III menuju ke arah normal," kata Hendy. (drk/drk)











































