Agus Marto: Suku Bunga Kredit Perbankan Sudah Turun 0,5%

Agus Marto: Suku Bunga Kredit Perbankan Sudah Turun 0,5%

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2016 19:10 WIB
Agus Marto: Suku Bunga Kredit Perbankan Sudah Turun 0,5%
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bank Indonesia (BI) sudah menjalankan suku bunga acuannya BI 7 Days Repo Rate selama sebulan terakhir. Suku bunga yang pada Agustus lalu dipatok 5,25% turut mempengaruhi penurunan suku bunga kredit perbankan sebesar 52 basis poin (bps).

Saat ini BI menurunkan suku bunga acuannya 0,25% ke 5% dan mulai berlaku efektif 23 September 2016.

Sedangkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan juga ikut mengalami tren penurunan sebesar 150 bps. Kemudian suku bunga deposito juga ikut turun 100 bps.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari kebijakan moneter yang diambil BI sudah ada penurunan 100 basis poin, GWM 150 basis poin. Namun yang kita lihat penurunan bunga deposito sudah mencapai 100 basis poin, sedangkan penurunan bunga kredit lebih lambat dibanding dengan deposito, baru turun 52 basis poin," jelas Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung Thamrin, Kompleks BI, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016).

Pertumbuhan kredit perbankan yang saat ini baru tumbuh 7,7% year on year juga disebabkan karena minimnya permintaan. Permintaan kredit yang lemah dirasakan kredit dalam mata uang rupiah dan juga kredit valuta asing.

"Kalau lihat kredit memang kredit itu tumbuhnya masih terbatas dan itu yang utama lebih karena peran permintaan dan pengaruh lemahnya eko dunia, dan kegiatan usaha Indonesia, permintaan akan kredit relatif lemah. Yang kita dalami pertumbuhan kredit lemah ini karena permintaan kredit dalamm valas turun tajam," jelas Agus.

Kemudian belum pulihnya ekonomi global juga berimbas kepada pertumbuhan kredit yang masih rendah. Sehingga banyak pihak yang masih menahan permintaan kreditnya sampai kondisi ekonomi global berangsur pulih.

"Secara umum kita lihat ekonomi global belum recovery. Kalau pun sudah, recovery-nya belum sustain dan kalau lihat kondisi ekonomi domestik kita lihat inflasi terjaga, transaksi berjalan terjaga," tutup Agus. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads