Empat bank BUMN yang bakal mengoperasikan ATM Link tersebut yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.
Saat ini, prosesnya tinggal menunggu izin sebagai badan hukum. Untuk izin operasional penuh ditargetkan bisa diperoleh sebelum akhir tahun 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ogi menjelaskan, pembentukan ATM Link ini dalam rangka memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat. Selain itu, memberikan efisiensi bagi perbankan terkait.
Ogi menyebutkan, setelah semua persyaratan terpenuhi, untuk tahap awal akan ada 10.000 ATM Link yang tersebar di kota-kota besar. Rinciannya, 3.300 unit disediakan oleh Bank Mandiri, 3.300 oleh BNI, 3.300 oleh BRI, dan 100 oleh BTN.
Nantinya, jika sudah berjalan targetnya bisa mencapai 60.000 ATM Link.
ATM-ATM tersebut bukan barang baru alias memanfaatkan ATM yang sudah ada saat ini, tinggal diubah konsepnya dan penggunaannya. Artinya, tidak ada investasi dalam pengadaan ATM Link ini.
Soal biaya transaksi, Ogi mengaku, saat ini masih membahas besaran biaya yang akan dikenakan jika menggunakan layanan ATM Link.
Sepertinya tidak bakalan gratis, namun paling tidak biayanya lebih murah dibandingkan transaksi menggunakan ATM beda provider.
"Tarif kita belum sepakat tapi akan menguntungkan nasabah antara tarik tunai atau transfer, kita belum final menentukan harga," katanya.
Tahap awal, kata Ogi, menu yang disajikan dalam ATM Link ini hanya sebatas tarik tunai dan transfer saja.
Nantinya, seiring berjalannya waktu, menunya bisa bertambah hingga bisa melayani 25 payment seperti pembayaran listrik dan lain-lain.
"Link belum bisa payment, nanti ada 25 payment, setelah 10.000 ATM, di luar penarikan tunai atau transfer itu ada bayar listrik," sebut dia. (drk/ang)











































