Investasi Bodong di RI Sedot Uang Masyarakat Rp 50 T dalam 5 Tahun

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2016 14:00 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat selama 5 tahun terakhir dana masyarakat yang masuk ke perusahaan investasi bodong mencapai Rp 50 triliun. Uang tersebut masuk ke berbagai perusahaan investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tinggi.

Berbagai kasus tersebut saat ini masih terus diproses secara hukum di tingkat kepolisian maupun di tingkat pengadilan.

"Dana yang dihimpun ini dana masyarakat selama 5 tahun terakhir mencapai Rp 50 triliun. Sebagian masuk pengadilan dan sebagian lagi penyidikan," tutur Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK Tongam L. Tobing saat jumpa pers di Kantor OJK, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).

Besarnya dana yang masuk ke perusahaan investasi bodong disebabkan masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang literasi keuangan dan produk investasi, akibatnya mereka mudah tergiur dengan investasi yang memiliki return atau imbal hasil yang tinggi.

"Ada ibu-ibu ada bapak-bapak juga. Ketidaktahuan masyarakat tentang investasi dan pengetahuan tentang keuangan tidak mumpuni," kata Tongam.

Sedangkan, selama tahun 2016 OJK mencatat ada 430 laporan dari masyarakat terkait investasi bodong. Masyarakat banyak yang bertanya tentang status perusahaan yang menawarkan produk investasi.

"OJK mendapatkan laporan dari masyarakat terkait legalitas perusahaan yang diduga investasi ilegal ada 430 aduan. Mereka meminta kejelasan perusahaan yang diduga ilegal ini," ujar Tongam. (dna/dna)