Pengakuan Nasabah: Untung Banyak dan Dapat Fortuner dari Pandawa Group

Pengakuan Nasabah: Untung Banyak dan Dapat Fortuner dari Pandawa Group

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Nov 2016 15:49 WIB
Pengakuan Nasabah: Untung Banyak dan Dapat Fortuner dari Pandawa Group
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Investasi yang menawarkan keuntungan selangit dalam waktu singkat memang menggiurkan dan tak ada habisnya. Satu ditutup, investasi bodong serupa lainnya bermunculan.

Meraup setumpuk rupiah dengan cara mudah memang terbukti banyak disenangi. Tawaran demikian bisa dijumpai di Pandawa Group. Lembaga penghimpun dana masyarakat yang kini dilarang operasinya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menawarkan keuntungan selangit hingga 10% per bulan.

Dengan tanpa melakukan apa pun, nasabah bisa santai-santai mendapat transferan bunga 10% setiap bulannya. Tentu, uang pokok yang disetorkan nasabah kepada Pandawa tetap disimpan di Pandawa Group.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber detikFinance menyebutkan, bahkan dari keuntungan 10% setiap bulannya itulah, dirinya mampu membeli mobil Fortuner.

"Keuntungan sudah banyak banget. Sudah balik modal. Malah keuntungan 10% tiap bulan itu, sudah bisa dibelikan Fortuner dan sudah lunas," ungkapnya, Rabu (16/11/2016).

Dia mengaku, menyetorkan uang awal kepada Pandawa Group senilai Rp 500 juta. Dengan perjanjian keuntungan imbal hasil sebesar 10% per bulan, dirinya rutin mendapatkan setoran Rp 50 juta dari keuntungannya itu.

Hingga kepesertaannya mencapai 3 tahun, ia mengaku sudah banyak meraup untung. Bahkan, ia sudah mampu membeli Fortuner hingga cicilannya lunas.

"Dari bunga 10% per bulan saja sudah untung banget. Saya dapat Rp 50 juta per bulan dari uang yang saya setor. Sudah balik modal banget," akunya.

Hal senada diungkapkan sumber detikFinance lainnya. Dia mengaku menyetorkan modal awal sebesar Rp 5 juta. Hingga saat ini belum menemui kendala dan pembayaran imbal hasil 10% selalu lancar.

"Sejauh ini lancar-lancar saja. Sudah balik modal. Saya sudah untung Rp 1 juta," katanya.

Meski demikian, dia mengaku waspada setelah mendapat informasi terkait penghentian kegiatan Pandawa Group oleh OJK. Dirinya akan mulai berhati-hati terhadap jenis investasi demikian.

"Sekarang sih mulai waspada. Lihat-lihat, cari informasi, bahaya juga kalau ternyata kolaps," tandasnya. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads