Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Alpino Kianjaya, isu penarikan uang secara massal tidak terdengar di pasar modal. Menurutnya, isu tersebut tidak akan membuat investor panik, karena investor sudah lebih cerdas untuk tidak termakan isu seperti itu.
"Di bursa nggak dengerin hal itu. Di bursa mah waktu pertama turun 4% sekejap sebentar saja, tapi besoknya recover lagi, meningkat lagi 2% kan. Justru di situ peluang investor memanfaatkan, jangan ikut panik," tutur Alpino di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat baik. Sehingga pasar keuangan Indonesia masih menjadi primadona bagi para investor.
"Indonesia bagus, ekonomi nggak ada apa-apa. Trump effect itu sementara, itu di sana. Investor tetap lirik Indonesia," kata Alpino.
Para investor di pasar modal Indonesia saat ini sudah lebih cerdas dan tidak mudah termakan isu miring seperti rush money. Sehingga isu penarikan uang secara massal pada 25 November mendatang tidak akan memberikan pengaruh ke pasar modal Indonesia.
"Kita yakin investor-investor sudah jeli mana yang bener mana yang tidak," tutup Alpino. (drk/drk)











































