Transaksi Non Tunai di Indonesia Mulai Meningkat

Transaksi Non Tunai di Indonesia Mulai Meningkat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 03 Des 2016 13:20 WIB
Transaksi Non Tunai di Indonesia Mulai Meningkat
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Kuta - Bank Indonesia (BI) terus mendorong penggunaan transaksi non tunai di Indonesia. Tercatat, hasil transaksi non tunai pada Oktober 2016 telah melebihi transaksi penggunaan uang kartal atau tunai (kertas dan logam).

Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Farida Peranginangin mencatat, transaksi non tunai telah melebih transaksi tunai per Oktober 2016. Jumlah transaksi penggunaan uang kartal sebanyak Rp 559 triliun.

"Dari jumlah tersebut, Rp 467,5 triliun beredar di masyarakat, dan Rp 91,5 triliun ada di perbankan. Untuk jenisnya, Rp 7,49 triliun itu merupakan uang logam. Itu sebenarnya masih cukup banyak," ungkap Farida di Hardrock Hotel, Bali, Sabtu (3/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, jumlah transaksi non tunai per Oktober 2016, pada kartu kredit sebanyak Rp 22,69 triliun. Kemudian, transaksi dengan menggunakan kartu ATM dan debet sebesar Rp 487,18 triliun. Dan untuk total transaksi di sistem kliring seperti cek dan giro sebesar Rp 306,7 triliun.

"Ada juga untuk transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS). Transaksi nasabah di bank melalui RTGS 1.786 triliun, itu baru dari nasabah. Kalau dari bank mencapai Rp 3.908 triliun," tuturnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads