Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, angka nol dalam mata uang rupiah saat ini cukup banyak, dibandingkan mata uang di seluruh dunia.
"Kalau dilakukan redominasi karena mungkin di dalam seluruh currency di dunia ini nolnya cukup banyak, dan di beberapa negara seperti yang paling teringat saat ini ada Turki itu pernah inflasinya mengalami sangat tinggi," kata Sri Mulyani di Balai Kartini, Jakarta, Senin (19/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, redenominasi juga harus disertai dengan penjagaan fondasi mata uang rupiah, yaitu perekonomian dalam negeri.
"Kalau fondasi terus dijaga dengan baik maka mata uang itu diharapkan merefleksikan kekuatan dari ekonomi itu," kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani menjelaskan, untuk dapat melakukan redenominasi, pemerintah dan BI harus bisa meloloskan Rancangan Undang-Undang Redenominasi ini dulu di DPR. Namun sampai saat ini, RUU Redenominasi belum masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017 di DPR.
"Pertama tentu UU yang selama ini disampaikan BI koordinasinasi dengan kami, kemudian kita mengajukan ke DPR untuk 2017 tidak masuk dalam list daftar legislasi dalam Prolegnas kita. Tadi Presiden dan Gubernur BI menyampaikan dan kita terus berkoordinasi dengan Dewan kalau seandainya ada slot di dalam Prolegnas dan bisa dilakukan tentu kita ingin itu juga termasuk," kata Sri Mulyani. (wdl/wdl)











































