"Angka tersebut merupakan 80,3% dari target sebesar Rp 109.21 triliun dengan NPL 0,3%," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di kantornya, Jumat (30/12/2016).
Muliaman mengatakan, penyaluran kredit KUR saat ini masih di dominasi oleh sektor perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti sektor pertanian, perikanan dan kemaritiman, serta sektor pariwisata, oleh karena itu diperlukan fitur yang berbeda bagi setiap sektor karena masing-masing sektor yang memiliki karakteristik berbeda," ujarnya.
OJK, kata Muliaman, akan terus mendorong terkait dengan penyaluran KUR ke sektor-sektor produktif tersebut. Sebab, kata dia potensi dari sektor produktif masih bisa digali lebih banyak.
"Contohnya kami akan terus dorong terkait dengan kemaritiman, karena yang sudah kita lakukan masih kecil. Kemaritiman itu variasinya begitu banyak, saya kira potensi akan besar, dan ini akan kita dorong dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan KUR untuk nelayan," terang Muliaman.
"Demikian juga di ketahanan pangan, ini juga menjadi salah satu lokomotif yang kita harapkan bisa perbaiki pertumbuhan kredit perbankan. Kami ingin kredit lebih banyak ke sektor-sektor yang lebih produktif," tuturnya. (ang/ang)











































