Minat Investor Atas Obligasi Global Sangat Besar

Minat Investor Atas Obligasi Global Sangat Besar

- detikFinance
Rabu, 13 Apr 2005 15:55 WIB
Jakarta - Minat investor dari Asia, Eropa dan Amerika terhadap obligasi internasional yang akan diterbitkan pemerintah Indonesia cukup besar. Meski demikian pemerintah masih akan memantau kondisi pasar.Demikian dikatakan oleh Menkeu Jusuf Anwar kepada wartawan disela-sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Gedung Bappenas, Jl Taman Suropati, Jakarta, Rabu (13/4/2005)."Kita akan memonitor perkembagan pasar obligasi. Asia minatnya besar, Amerika juga besar, Eropa pun besar," kata Menkeu.Sementara itu Jusuf Anwar juga menegaskan proses book building masih dilakukan oleh joint lead manager sehingga dirinya belum bisa menyebutkan mengenai imbal hasil (yield) dan juga berapa penetapanan harganya."Tidak boleh ngomong soal yield. Kalau sudah clossing baru bisa bicara. Yang pasti karena rating kita naik maka spread-nya lebih rendah dari tahun lalu. Tetapi musuh kita adalah US treasury rate. Itu given factor yang ditentukan oleh pasar. Nah US treasury rate sedang naik," ungkap Menkeu.Saat ditanya apakah akan terjadi kelebihan penawaran (oversubcribed) Jusuf hanya mengatakan, "Insya Allah ... Insya Allah. Pricing itu sesudah book building selesai," tegasnya.Menurut Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu Mulia P Nasution rencananya pada sore ini Depkeu akan melakukan rapat untuk mengambil keputusan jadi tidaknya penerbitan obligasi internasional ini. Selain itu masalah penerbitan surat perbendaharaan negara (SPN) dan surat utang negara (SUN) juga akan dibahas.Saat ini US treasury rate (tingkat suku bunga di AS) sekitar 4,35 persen untuk jangka waktu 10 tahun, sedangkan untuk jangka waktu 8,9 tahun tingkat suku bunga 4,30 persen. Sedangkan spread Indo-14 berada pada 264 basis poin atau 2,64 persen per 13 April 2005 dibandingkan dengan US Treasury Rate dengan jangka waktu 8,9 tahun. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads