Para Pekerja RI Harus Pikirkan Uang Hari Tua

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 31 Jan 2017 14:09 WIB
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Indonesia saat ini tengah menuju bonus demografi, yang sebentar lagi dirasakan pada tahun 2020-2030 mendatang. Bonus demografi artinya, penduduk Indonesia akan didominasi dengan usia yang produktif, sementara usia muda atau tidak produktif jumlahnya kecil.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, hal tersebut justru jadi tantangan bagi Indonesia, khususnya dalam mencapai misinya menyelenggarakan jaminan sosial secara menyeluruh.

"Usia penduduk kita mayoritas usia produktif, tapi kondisi ini harus disikapi dengan dua mata. Pertama, tantangan peningkatan tenaga kerja, tapi juga merupakan ancaman terhadap penyelenggara jaminan sosial," katanya dalam seminar Indonesia Economic Outlook di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

"Karena di 2035 sampai 2040, masa panen kita mendapat bonus demografi akan habis. Negara kita akan masuk usia tua. Sistem jaminan sosial yang ada di kita itu menganut open growth. Jadi orang yang pensiun hari ini, dibayar oleh orang yang iuran hari ini. Sekarang banyak orang yang bekerja, mustinya banyak yang iur. Karena pada saat 2040 nanti, orang yang pensiun akan lebih banyak dan orang yang iur akan jadi lebih sedikit. Ini yang bahaya," jelasnya.

Untuk itu, para pekerja usia produktif saat ini terus didorong untuk masuk dalam sistem jaminan sosial. Sehingga terjadinya pemupukan dana untuk menghadapi masa mendatang yang akan memasuki usia tak lagi produktif.

"Jadi nanti saat usia pensiun banyak, sudah ada cadangan uang yang mulai dibangun dari sekarang. Cadangan uang sangat bermanfaat untuk mendongkrak ekonomi," tutur Agus.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri terus melakukan upaya agar seluruh tenaga kerja di Indonesia mendapatkan jaminan sosial. Jaminan sosial menjadi hak dasar manusia yang sifatnya harus menyeluruh, tanpa memandang derajat orang tersebut. Hal inilah yang mendorong negara-negara di dunia melakukan sistem jaminan sosial ke penduduknya.

Dari total penduduk dunia saat ini, yang telah mendapat jaminan sosial masih berkisar 27%. Sedangkan 73% sisanya belum mendapatkan jaminan sosial.

"Negara maju sudah siapkan jaminan hidup yang layak. Jerman dari 1857, Inggris dari 1930, itu sudah menyiapkan sistem jaminan sosial. Kita walaupun agak terlambat sedikit, tapi kita tetap optimis untuk bisa menyelenggarakan jaminan sosial," tukasnya. (mkj/mkj)