Head Regional Jabodetabek BNI Syariah Adjat Basarah mengatakan, produk travel halal tourism BNI Syariah baru diluncurkan pada saat GATF 2017m
"Halal tourism ini kita kerja sama dengan Garuda Indonesia Holidays," kata Adjat kepada detikFinance di JCC, Jakarta, Sabtu (11/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daerah halal tourism ini di Padang dan Lombok, tapi untuk sementara di Padang dulu yaitu ke Mendeh," tambahnya.
Halal tourism yang ditawarkan BNI Syariah, adalah berwisata dengan mendapatkan kepastian halal dari segala macam makanan, dan disepanjang perjalanan disediakan tempat beribadah, bahkan menginapnya pun di hotel syariah.
Namun, tegas Adjat, halal tourism bukan wisata yang mengunjungi destinasi-destinasi religi. Melainkan, destinasi yang ada pada umumnya, hanya saja telah mendapatkan fasilitas yang serba halal.
"Isinya kita mau hotel islamic, resto halal, dicocokin dengan beribadah dalam paket wisata, tetap ke lokasi wisata bisa kemana saja enggak mesti ke wisata religi, cuma kita menyediakan makan yang sudah pasti halal," tambahnya.
Mengenai harga, kata Adjat, saat ini tengah ada promo dengan tiket tujuan Mendeh Padang hanya Rp 3,7 juta pada setiap pembelian dua tiket. Tiket yang ditawarkan dengan harga sekian melingkupi perjalanan selama tiga hari dua malam.
"Halal turism ini mau mengedepankan agar masyarakat mau traveling dengan paket yang halal. Ini baru kita yang launching program halal ini," jelasnya.
Menurut Adjat, alasan BNI Syariah menerbitkan produk halal tourism dikarenakan potensi yang masih besar dan belum banyak yang menyasar di sektor tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Pemerintah Daerah, Association of the Indonesia Tours & Travel Agencies (ASITA) yang menyebutkan potensi jumlah wisatawan halal tourism sebesar 15 juta wisatawan dengan jumlah transaksi sekitar Rp 223 triliun.
"Sekarang sudah banyak peminatnya, apalagi sekarang BNI Syariah bisa juga menawarkan ke nasabah-nasabah Bank BNI," tukasnya. (ang/ang)











































