Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad, mengatakan inti dari KUR model baru ini adalah memberikan kepastian bagi bank sebagai kreditur.
"Misalnya ada nasabahnya, ada yang membeli hasil produksinya, ada yang menjamin bahwa pupuknya tersedia, ada yang kemudian menjamin bibitnya kualitas utama, dan lain sebagainya," kata Muliaman Energy Building, SCBD, Jakarta, Selasa (23/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"OJK tentu saja pantau implementasinya, juga dampaknya terhadap persaingan bank-bank yang tidak mengikuti, tapi intinya ini akan jadi masukan dan ini belum selesai. Model-model ketika ingin kita dorong ke sektor produktif kan terus kita cari kemudahan sesegera mungkin," katanya.
Hingga saat ini, OJK juga masih mengkaji model-model baru supaya KUR bisa efisien masuk ke sektor produktif.
"Saya melakukannya lebih kepada mencari bisnis model baru, agar kemudian bisa masuk ke sektor-sektor produktif. Sektor produktif itu by our definition itu adalah sektor prioritas, ada pertanian, pariwisata, dan sebagainya. Jadi, ini tetap berjalan, berbagai masukan juga kita terima. Kita dorong agar implementasi KUR tidak lebih rendah dari tahun lalu," tutur Muliaman. (hns/hns)











































