Pefindo Biro Kredit Resmi Beroperasi Komersial

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 08 Mei 2017 11:24 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra-detikFinance
Jakarta - PT Pefindo Biro Kredit (PBK) sebagai layanan biro kredit swasta resmi beroperasi secara komersial. Dengan demikian, proses asesmen atau penilaian aplikasi kredit baru maupun monitoring kredit eksisting debitur oleh lembaga keuangan bisa dilakukan lebih cepat, efisien dan mudah.

Pefindo Biro Kredit salah satu pionir dalam industri biro kredit swasta di Indonesia meresmikan operasi komersialnya yang telah dimulai sejak 27 Maret 2017 yang menandai era baru dalam infrastruktur industri keuangan nasional.

Pefindo Biro Kredit, sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) mengumpulkan dan memproses berbagai data untuk menghasilkan informasi kredit. Informasi kredit yang dihasilkan, antara lain laporan perkreditan individu atau badan usaha yang dilengkapi dengan skor kredit. Laporan ini memuat detail semua fasilitas dan informasi kredit yang dimiliki oleh individu maupun badan.

"Saat ini layanan kami sudah bisa dimanfaatkan oleh lembaga keuangan secara luas. Laporan perkreditan yang mudah dipahami dan dilengkapi skor kredit tentunya akan meningkatkan efisiensi dalam proses penilaian kelayakan aplikasi kredit baru serta mempermudah pemantauan debitur existing," ujar Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Ronald T. Andi Kasim di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/5/2017).

Dengan adanya Pefindo Biro Kredit, infrastruktur sistem keuangan nasional menjadi lebih kuat. Selain itu, akses jasa keuangan ke masyarakat juga semakin luas.

"Kami mendorong perluasan akses pembiayaan inklusif kepada berbagai jenis usaha termasuk sektor UMKM, khususnya lembaga keuangan mikro yang selama ini masih unbankable guna mewujudkan pertumbuhan dan ekspansi bisnis mereka ke depan," tambah Ronald.

Sistem pelaporan kredit di Indonesia menerapkan prinsip dual credit reporting system yang merupakan sinergi antara public credit registry yang dilakukan otoritas yang selama ini dikenal sebagai Bl Checking dan private credit bureau (biro kredit swasta) seperti Pefindo Biro Kredit.

"Namun demikian, nilai tambah berupa data non kredit dan credit score hanya dapat dipenuhi oleh biro kredit swasta seperti kami," kata Ronald.

Hingga saat ini Pefindo Biro Kredit telah menghimpun lebih dari 55 anggota dari kalangan lembaga keuangan dan sekitar 18 perusahaan berbasis financial technology (fintech) untuk bergabung menjadi anggota dan mitra kerja sama. Sementara itu, sekitar 25 lembaga keuangan diharapkan segera bergabung dalam waktu dekat.

Untuk memperoleh layanan Pefindo Biro Kredit prosesnya tergolong mudah dan fleksibel. Lembaga keuangan haanya perlu mengisi formulir dan melengkapi persyaratan yang ada.

"Selanjutnya layanan sudah bisa diakses melalui berbagai jenis koneksi," tutup Ronald.

Gandeng 100 Lembaga Keuangan

PT Pefindo Biro Kredit (PBK) menargetkan ada 100 lembaga jasa keuangan yang menjadi anggota dan mitra kerja sama untuk menghimpun data kredit debitur. Saat ini, Pefindo Biro Kredit sudah menghimpun data kredit debitur lebih dari 55 lembaga keuangan dan 18 perusahaan financial technology (fintech).

"Targetnya tahun ini 100, baik lembaga keuangan maupun perbankan," ujar Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Ronald T. Andi Kasim di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/5/2017).

Dari 100 lembaga keuangan tersebut, Pefindo Biro Kredit menargetkan 25 di antaranya merupakan bank besar yang rajin menyalurkan kredit.

"Dua Puluh Lima bank besar bisa gabung sebelum akhir tahun nanti," tutur Ronald.

Mengenai rekam jejak dan data kredit masyarakat, Pefindo Biro Kredit sudah mengantongi data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga Bursa Efek Indonesia (BEI). Pefindo Biro Kredit juga menjalin kerja sama dengan lembaga lainnya untuk memperkuat informasi pembiayaan atau perkreditan antar lembaga di bidang keuangan.

"Kita sudah kerja sama dengan Ditjen Pajak, Ditjen Dukcapil, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, Pegadaian, LKPP, dan juga data-data lainnya. Semakin lengkap, semakin akurat," tutur Ronald.

Beberapa data nasabah UMKM juga akan dikantongi oleh Pefindo Biro Kredit. Dengan demikian, dapat teridentifikasi nasabah UMKM yang sudah dan belum mendapatkan akses keuangan. Sehingga, akses nasabah UMKM terhadap lembaga keuangan semakin luas.

"Ini kan informasi yang penting, yang selama ini tersebar atau tercecer ke mana-mana, belum ada pihak yang mengelola. Kami lah yang akan mengumpulkan," ujar Ronald. (dna/dna)