Perlambatan Ekonomi Sebabkan Kredit Bermasalah Terus Naik

Perlambatan Ekonomi Sebabkan Kredit Bermasalah Terus Naik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Mei 2017 17:44 WIB
Perlambatan Ekonomi Sebabkan Kredit Bermasalah Terus Naik
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Rasio kredit bermasalah perbankan mengalami peningkatan sejak 2015. Pengamat menilai ini merupakan efek dari perlambatan ekonomi.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan saat ini semua sektor, memiliki kredit bermasalah yang cukup besar.

"Semua sektor mengalami peningkatan, karena ekonomi yang kurang kondusif," kata David saat dihubungi, Senin (22/5/2017)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan, penurunan NPL akan terjadi jika penyaluran kredit mulai bergairah dan saat ini bank juga mulai berhati-hati dalam menyalurkan kredit.

Presiden Direktur PT OCBC NISP Tbk menyebutkan saat ini kondisi kredit bermasalah relatif stabil. Di perseroan NPL gross tercatat 1,8% dan net 0,8%.

"Saat ini memang tidak turun banyak, tapi juga tidak terlalu buruk, begitupun kuartal II," ujar Parwati saat dihubungi, Senin (22/5/2017)

Berdasarkan data BI, NPL perbankan tercatat 3% gross dan 1,3% net.

Dari data statitsik perbankan Indonesia (SPI) Februari 2017 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penyaluran kredit bank umum per Februari tercatat Rp 4.308 triliun dengan rasio NPL Rp 135.99 triliun atau 3,16%.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode akhir 2016, penyaluran kredit tercatat Rp 4.377 triliun dengan jumlah kredit bermasalah Rp 128,13 triliun atau dengan persentase 2,93%.

Kemudian di periode 2015, penyaluran kredit mencapai Rp 4.057 triliun, jumlah NPL Rp 100,93 triliun atau persentase kredit bermasalah 2,49%. Pada 2014, kredit tercatat Rp 3.674 triliun dengan kredit bermasalah Rp 79,38 triliun dengan persentase 2,16%. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads