Dia mengungkapkan, saat ini DK OJK periode 2012-2017 sudah menjalankan fungsi dengan baik.
"Kami sangat mengharapkan adanya transisi yang baik dan kerja sama antara DK OJK yang lama dan baru untuk proses peralihan yang smooth," kata Wimboh dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/6/2017)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dalam paparan fit and proper test sangat jelas program saya secara umum ingin mengarahkan OJK ke daerah yang ekonominya membutuhkan perhatian, mulai dari pengangguran, kemiskinan hingga pendapatan rendah," ujar dia.
Mantan pejabat Bank Indonesia (BI) ini mengungkapkan, akan menyasar daerah di luar Pulau Jawa. Karena masih banyak yang bisa dikembangkan.
Program-program tidak hanya memberikan kredit kecil saja. Tapi juga harus diimbangi oleh infrastruktur yang baik. Menurut dia, dengan produksi yang banyak, namun tidak terdistribusi dengan baik maka bisa kelebihan supply.
Dia mengatakan, fasilitas merupakan hal yang angat penting. Seperti infrastruktur distribusi jalan.
"Sehingga ini harus sinergi dari berbagai sektor. Kalau pertanian ya pertanian, perikanan ya perikanan. Jadi lintas sektoral. Sehingga ujung-ujungnya kalau Indonesia sudah oversupply, otomatis akan diekspor," kata dia.
Transisi dibutuhkan karena OJK tidak hanya mengurusi perbankan, asuransi, multifinance dan pasar modal. Namun mencakup seluruh sektor industri keuangan.
"Intermediasi bukan hanya perbankan, tapi juga bagaimana mengarahkan asuransi agar dananya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur," jelas dia. (mkj/mkj)











































