Mengutip Reuters.com bagi Credit Suisse, pemangkasan karyawan dan perpindahan 5.000 karyawan merupakan salah satu cara untuk mengurangi biaya operasi. Untuk mengurangi kesulitan, pada 2015 bank sudah direstrukturisasi di bawah pimpinan Chief Executive Tidjane Thiam.
Kemudian seorang eksekutif Credit Suisse mengatakan, saat ini bonus dan biaya tinggi di London membuat perusahaan sulit mendapatkan keuntungan. Brexit hanya momen yang dikaitkan kepindahan perusahaan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi bank di Swiss sangat penting memiliki cabang di London, paling tidak anda bisa lebih dekat dengan para nasabah kaya," kata analis Swiss Vontobel Bank Andreas Venditti dikutip dari Reuters.com, Sabtu (10/6/2017)
Menurut dia, Credit Suisse yang sedang dalam tekanan pendapatan sudah tepat melakukan langkah PHK. Begitupun UBS. Brexit dinilai peluang yang tepat untuk angkat kaki dari London.
UBS dan Credit Suisse bergabung dengan investment bank AS dalam mendirikan kantor pusat Eropa mereka di London yang saat itu juga memberi akses ke pasar Uni Eropa. Namun adanya Brexit memaksa Swiss dan lainnya mencari alternatif. (mca/mca)











































