Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Jul 2017 10:18 WIB

BI Sudah Kirim Contoh Uang Rupiah Baru ke Bank Sentral Negara Lain

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
FOKUS BERITA Desain Baru Rupiah
Jakarta - Usai menerbitkan uang baru, setiap bank sentral di dunia saling mengirimkan contoh atau spesimen uang yang baru diterbitkan.

Hal ini dilakukan, sebagai langkah sosialisasi mata uang sebuah negara ke negara lain. Agar setiap mata uang bisa dikenal di masing-masing negara.

"Bank Indonesia (BI) mengirim spesimen uang barunya ke bank sentral lain untuk informasi, begitupun sebaliknya bank sentral lain mengirimkan ke BI," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi kepada detikFinance, Jumat (7/7/2017).

Suhaedi mengatakan, hal ini juga dilakukan saat BI menerbitkan uang emisi baru pada 19 Desember 2016 lalu.

Saat itu BI menerbitkan 11 uang rupiah baru tahun emisi 2016 yang terdiri dari tujuh jenis uang kertas dan empat jenis uang logam. Uang emisi baru ini menjadikan 12 pahlawan nasional sebagai gambar desainnya.

BI menerbitkan uang kertas baru dengan nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 2.000, Rp 1.000. Kemudian untuk uang logam pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200 dan Rp 100.

Semua jenis uang baru tersebut, menurut Suhaedi spesimennya sudah dikirimkan ke bank sentral di seluruh dunia.

"Sebagai sarana informasi kalau kami sudah menerbitkan mata uang baru, tapi rupiah itu tetap harus digunakan di dalam negeri," tambah Suhaedi.

Suhaedi menyebutkan, bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin bepergian ke luar negeri, diimbau utuk menukarkan mata uang di money changer resmi di tanah air. Hal ini bertujuan untuk mempermudah transaksi pembayaran ketika sampai di negara tujuan. (ang/ang)
FOKUS BERITA Desain Baru Rupiah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com