BI: Bank Jangan Khawatirkan Kasus Bank Mandiri
Rabu, 04 Mei 2005 12:55 WIB
Jakarta - Bank Indonesia berharap pihak perbankan nasional tidak terlalu khawatir dalam memberikan kreditnya kepada pengusaha berkaitan dengan kasus kredit macet yang terjadi di Bank Mandiri."Bankir tidak perlu terlalu khawatir. Khawatir boleh tapi jangan terlalu karena akan mempengaruhi perekonomian," kata Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda S Goeltom kepada wartawan disela-sela Workshop Migas di Gedung Bank Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (4/5/2005).Menurut Miranda semestinya dipisahkan kasus kredit macet yang terjadi di Bank Mandiri yang saat ini tengah disidik oleh kejasaan Agung dengan operasional perbankan. "Kita tidak mengharapkan seperti itu. Harus bisa dibedakan antara kasus kredit macet dengan operasional di Bank Mandiri," jelasnya.Miranda berharap proses pemeriksaan di Kejaksaan Agung menjadi proses hukum dan operasional Bank Mandiri tetap berjalan karena secara institusional kondisi di Bank Mandiri tidak bisa dikaitkan dengan kasus kredit macet tersebut. Hal ini didasarkan pada kinerja keuangan Bank Mandiri yang saat ini dinilai cukup baik."Kondisi di Bank Mandiri sangat baik itu berdasarkan data indikator keuangan Bank Mandiri dimana asetnya mencapai Rp 240,5 triliun atau 20 persen dari total aset perbankan di Indonesia dimana rasio kecukupan modal (CAR) di atas 23 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) 1,5 persen serta laba bersihnya mencapai Rp 5,7 triliun," tukas Miranda.
(san/)











































