Direktur Bisnis Konsumer BNI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pertumbuhan volume transaksi ditargetkan 15%. Dia mengatakan tidak memasang target untuk jumlah nasabah.
"Kita memang targetkan di volume transaksi, karena kartu kredit kan ticket size nya kecil, jadi volume transaksi agar ada fee based-nya," ujar Anggoro di Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Minggu (23/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kartu kredit BNI tercatat 2,7%-2,8%. "NPL kami masih di bawah 3% dari sisi kualitas masih bagus," ujarnya.
Mengutip laporan keuangan BNI per Juni 2017 penyaluran pembiayaan kartu kredit mencapai Rp 11,48 triliun atau mengalami pertumbuhan 14,1% secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 10,06%.
Porsi kartu kredit BNI menyumbang 17,1% dari total penyaluran kredit konsumer. Sementara dari jumlah kartu, saat ini BNI telah menerbitkan 1,71 juta kartu kredit hingga semester I 2017.
Jumlah tersebut hanya tumbuh 1,54% secara yoy, sementara secara tahun berjalan atau year to date (ytd) jumlah kartu kredit BNI menurun sebanyak 1,32% atau 23.000 kartu.
Anggoro menambahkan, transaksi kartu kredit perseroan antara lain didominasi oleh lima sektor antara lain perdagangan, telekomunikasi, makanan dan restoran, fesyen dan travel serta maskapai penerbangan dan hotel. (mkj/mkj)











































