Hal tersebut diungkapkan di sela-sela peresmian Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (28/7/2017).
Agus menyebutkan, tingkat inflasi yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, adalah rendah dan stabil. Inilah yang terjadi di Indonesia sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan realisasi APBN 2017 hingga semester I-2017, tingkat inflasi berada di level 4,3%. Di mana, untuk tingkat inflasi di bulan Juni hanya sebesar 0,06% atau menjadi yang paling rendah dari rata-rata enam tahun yang lalu.
"Karenanya BI sekuat upaya menjaga di suatu daerah perlu mendapat perhatian khusus. Kenaikan harga yang tidak terkendali akan mencuri pendapatan dan melemahkan daya beli masyarakat," tambah dia.
Tingkat inflasi yang tinggi juga akan menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, dan tidak sesuai dengan cita-cita pemerintah.
Mantan Menteri Keuangan ini menyebutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan, bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi di suatu negara juga tidak akan ada artinya jika tingkat inflasinya juga tinggi.
Oleh karenanya, kata Agus, setidaknya ada empat aspek dalam pengendalian inflasi yang ditekankan Presiden Jokowi untuk terus dilakukan pemerintah Indonesia.
Pertama, pergerakan harga di daerah perlu terus dicermati sehingga risiko yang dapat mendorong inflasi dapat segera di respon. Kedua, penguatan sistem informasi pangan secara konsisten. Ketiga, infrastruktur perlu terus diperkuat untuk mendukung pengelolaan harga termasuk harga pangan. Keempat, upaya efisiensi untuk terus dilakukan.
Agus mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia sebagai mitra pemerintah pusat maupun daerah dalam menekan tingkat inflasi juga dengan mendirikan Kantor Perwakilan di setiap Provinsi, seperti di Kalimantan Utara ini.
"Ini merupakan wujud komitmen kami untuk senantiasa mendukung pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di daerah untuk terus bisa menjaga tingkat inflasi di Kaltara, sebagai provinsi termuda di Indonesia, ekonomi Kaltara akan terus berkembang dan mampu berkontribusi baik bagi perekonomian nasional," tutup dia. (mkj/mkj)











































