Maybank dan Investor Asing Minati Saham Bank Lippo
Selasa, 10 Mei 2005 14:19 WIB
Jakarta - Selain Maybank, ternyata sejumlah investor asing dari Spanyol dan negara Eropa lainnya serta Asia berminat untuk membeli saham Bank Lippo. Para investor itu membeli saham Bank Lippo lewat pasar."Mereka paling akan membeli di pasar bebas, lalu akan melakukan block purchase. Tapi mereka harus melalui mekanisme pasar. Jadi harus mengikuti aturan pasar," kata Presdir Bank Lippo Joseph Luhukay saat ditemui di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (10/5/2005).Selanjutnya Luhukay berpromosi soal kondisi Bank Lippo yang harganya tergolong murah, namun kinerjanya sangat baik. Hal itulah yang menurut Luhukay menyebabkan banyak investor asing langsung meliriknya. "Price earning kita naik, harga kita terendah di antara bank-bank. Jadi wajar-wajar saja kalau mereka pada mengincar," ujar Luhukay. Namun Luhukay mengaku bahwa belum ada investor ataupun bank lokal yang menyatakan minatnya. "Sampai saat ini belum ada yang menyatakan minatnya terhadap Bank Lippo," ujar Luhukay saat dikonfirmasi apakah Bank Mandiri dan bank lokal lainnya juga turut tertarik.Sementara saat ditemui di acara pembukaan training wakil agen penjual reksadana di Lippo Karawaci, Luhukay mengatakan, setiap bulan, pihaknya selalu melakukan pertemuan dengan investor baik lokal maupun asing termasuk roadshow ke Kuala Lumpur pada Februari lalu. Di samping itu Bank Lippo juga akan melakukan roadshow ke Frankfurt dan New York pada Juni lalu. Dari hasil roadshow secara rutin itu, menurut Luhukay, ada investor yang menawar saham Bank Lippo baik langsung maupun via telepon. Seperti diketahui, Maybank sebelumnya pernah tercatat sebagai salah satu penawar dalam daftar pendek atau shortlisted dalam divestasi 51 persen saham Bank Permata yang digelar oleh PT PPA. Sekarang komposisi kepemilikan saham Bank Lippo adalah Swissasia Global (52,05 persen), PT Lippo E-net (5,57 persen), Pemerintah (2,58 persen) dan publik (38,5 persen). Menurut Luhukay, kemungkinan investor itu membeli melalui pasar. Hal ini sangat memungkinkan karena saham Bak Lippo merupakan saham perbankan dengan transaksinya terbanyak di pasar modal nomor dua setelah Bank Mandiri. "Karena saham yang floating mencapai 40 persen, investor melakukan block purchase. Tapi kalau mau beli lebih banyak lagi, mereka harus mengikuti tata cara dan mekanisme yang ada," demikian Joseph Luhukay.
(qom/)











































