BI Telah Kirim 82 Surat Teguran ke Bank Mandiri
Senin, 16 Mei 2005 15:31 WIB
Jakarta - Bank Indonesia selama tahun 2005 ini telah mengirimkan surat teguran ke Bank Mandiri sebanyak 82 surat. Surat teguran itu terdiri dari teguran di bidang perkreditan dan di luar perkreditan."Kita sudah mengirimkan surat kepada manajemen Bank Mandiri. Kita mengutarakan you are not prudent, SOP-nya harus diikuti tetapi kenyataannya tidak diikuti," kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah seuasi rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2005).Bank Indonesia telah melaporkan hal tersebut kepada pemilik Bank mandiri. Menurut dia, hingga 2005 ini Bank Indonesia telah mengirimkan surat teguran khusus mengenai perkreditan sebanyak 34 buah kepada Bank mandiri, sementara di luar perkreditan Bank Indonesia mengirimkan 48 surat. "Sampai triwulan tahun ini ada 22 surat yang telah kami kirimkan," kata Burhanuddin. Sejak tahun 2000, BI telah memberi komentar kepada pemerintah saat akan mengangkat manajemen baru dan juga pada tahun 2002. "Pada tahun 2002 ada pergerakan kredit yang dinamik dan agresif di Bank Mandiri untuk mengambil kredit yang ada di BPPN. BI saat itu hanya memberlakukan pembatasan 50 persen dari permodalan," ujarnya.Ketika disinggung kenapa BI tidak menemukan indikasi korupsi, Burhanuddin mengatakan ada batasan dalam UU Bank Indonesia di mana Bank Indonesia tidak memiliki kewenangan penyidikan. "Kita tidak diberikan kewenangan itu, dan untuk itulah kami batasi hanya dalam upaya menjaga supaya bank itu sehat dan secara sistem tahan. Kalau UU BPK lain, dia melihat berapa keuangan negara yang dirugikan," tegas Gubernur Bank Indonesia.Dirut Bank MandiriSementara itu mengenai terpilihnya Agus Martowardojo sebagai Dirut Bank Mandiri, Agus dapat menjalankan tugasnya dengan baik. "Sosok seperti pak Agus sangatsedikit kita miliki. Dan Agus merupakan salah satu yang cocok untuk menduduki tempat itu," ujarnya. Agus, jelas Burhanuddin, berasal dari Bank Mandiri sehingga mengetahui luar-dalam tersebut. "Pak Agus punya idealisme dan tantangan yang harus dihadapi. Saya percaya setelah melihat ke dalam dia akan merancang apa yang dia lakukan," tandasnya.Menurut Burhanuddin Abdullah, Dirut Bank Mandiri yang baru harus melakukan perbaikan internal baik yang berkaitan dengan prudential dan hubunganinternal. "Memang ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi Bank Mandiri," jelas Gubernur Bank Indonesia tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
(san/)











































