Follow detikFinance
Kamis 14 Sep 2017, 14:44 WIB

Dianggap Berbahaya, BRI Larang Gesek Ganda di Mesin Kasir

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Dianggap Berbahaya, BRI Larang Gesek Ganda di Mesin Kasir Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tidak mengizinkan praktik double swipe atau gesek ganda kartu kredit pada mesin kasir di toko ritel modern.

Menurut bank, praktik gesek ganda berpotensi terjadi penyalinan data rahasia milik nasabah yang menjadi konsumen di toko tersebut.

"Apabila nasabah BRI menemui praktek penggesekan ganda (double swipe), kami dengan tegas melarang tindakan tersebut. Penggesekan ganda sangat berbahaya bagi nasabah karena data-data rahasia bisa ter-capture dan bisa digandakan, serta berpotensi digunakan untuk tindak kejahatan," Ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso dalam siaran pers, Kamis (14/9/2017).

Dia menjelaskan Bank BRI telah menghimbau, memberikan edukasi, dan menyosialisasikan kepada semua merchant yang bekerja sama dengan BRI untuk tidak melakukan double swipe pada saat memproses pembayaran. Lalu jika masih terdapat praktek penggesekan ganda, nasabah dipersilahkan untuk menghubungi Contact BRI 14017 / 1500017.

"Kami akan tegur merchant yang tidak mengikuti anjuran BI, dan kami pastikan akan melakukan pencabutan kerja sama terhadap merchant tersebut, jika memang terbukti melakukan pelanggaran" ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]

Selain himbauan tersebut, untuk mempercepat sampainya pesan kepada nasabah secara langsung, BRI telah menginformasikan kepada nasabah melalui email blast, memberikan pengumuman di website https://www.bri.co.id/, serta memberikan informasi melalui media sosial BRI. Pesan dan informasi tersebut seputar peringatan kepada nasabah untuk menghindari penggesekan ganda di merchant-merchant BRI, dan ajakan untuk menghubungi Contact BRI apabila masih menemui praktek penggesekan ganda.

Adapun dengan banyaknya jumlah jaringan BRI yang tersebar di Indonesia, ratusan ribu jaringan e-channel BRI merupakan salah satu media dalam melakukan proses pembayaran non tunai. EDC merupakan media utama dalam penggesekan kartu non tunai untuk pembayaran. Hingga 31 Juni 2017 jumlah jaringan BRI yakni 10.656 unit kerja dan 280.565 jaringan e-channel BRI diantaranya EDC sebanyak 254.314, Automatic Teller Machine (ATM) sebanyak 24.802 CRM sebanyak 1392, dan E-Buzz sejumlah 57.

Pengaturan mengenai penggesekan kartu non tunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed