Analis Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Apressyanti Senthaury menjelaskan, dolar AS diprediksikan masih akan menguat. Bahkan sampai melewati level Rp 13.600.
Penyebabnya tak lepas dari sentimen eksternal, yaitu optimisme investor atas kondisi ekonomi Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia hal ini juga ditopang dengan estimasi data-data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Seperti neraca perdagangan yang diperkirakan akan lebih baik dari data sebelumnya.
Selain itu, penguatan juga terdorong oleh faktor tersebut terjadi karena Presiden Trump yang berencana untuk melakukan pemotongan pajak. "Ini sudah diumumkan minggu lalu," ujarnya.
Namun juga ada beberapa hal yang berpotensi menahan laju penguatan dolar AS ke depannya. Dia menjelaskan, terkait keamanan di wilayah AS juga turut mempengaruhi.
"Seperti teror yang melanda Las Vegas baru-baru ini, bencana alam dan penantian pasar terhadap kepastiannya arah kebijakan Bank Sentral Amerika," imbuh dia. (mkj/mkj)











































