Follow detikFinance
Rabu 22 Nov 2017, 12:24 WIB

Tantangan Perbankan Tahun Depan: Kredit Lesu dan Serbuan Fintech

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tantangan Perbankan Tahun Depan: Kredit Lesu dan Serbuan Fintech Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta - Kondisi perbankan nasional dinilai perlu mengalami perbaikan. Hal ini karena perbankan belum mengalami pertumbuhan yang optimal dari kredit hingga pertumbuhan margin dan laba.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menjelaskan memang dalam 2 tahun terakhir risiko kredit ada penurunan. Namun di sektor ritel masih cukup besar, sehingga perbankan perlu efektif dan efisien dalam menjalankan operasional.
"Tantangannya persaingan bank makin ketat. Profitabilitas akan terus menurun. Risiko belum berakhir, akan menjadi tantangan berat di tengah serbuan fintech," kata Halim dalam seminar nasional di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (22/11/2017).
Kemudian pelemahan pertumbuhan kredit terjadi sejak 2011. Lalu penurunan pada return on asset (ROA) yang terjadi dalam 10 tahun terakhir adalah tantangan yang berat untuk perbankan.
Halim menjelaskan dengan suku bunga acuan yang turun lalu diikuti bunga bank, maka net interest margin(NIM) diproyeksi cenderung turun.

"NIM secara industri dalam 10 tahun terakhir turun, ya karena memang bunga banknya juga turun," jelas dia.
Pertumbuhan kredit konsumsi juga menjadi salah satu tantangan yang harus diwaspadai. Contohnya pertumbuhan kartu kredit yang diikuti kredit konsumer lainnya.
"Memang kredit terus melemah. Tapi di ujung tahun ini ekonomi cukup membaik. Lalu apakah bisa mendukung kredit konsumsi apalagi ada tantangan dari fintech?" jelas dia.
Dia menjelaskan, perbankan dan fintech harus berkolaborasi agar menciptakan keuntungan di kedua belah pihak. Ini sudah didukung oleh Bank Indonesia (BI) jika perusahaan fintech masuk maka tidak bisa menjadi mayoritas.
Selain itu, bank juga harus mewaspadai risiko pemulihan. Seperti faktor eksternal juga harus menjadi prioritas untuk mendukung pertumbuhan.
Pertumbuhan kredit perbankan nasional pada September 2017 7,9% lebih rendah dibandingkan periode Agustus 2017 sebesar 8,3%. Bank Indonesia (BI) menyebutkan lemahnya pertumbuhan kredit terjadi karena korporasi masih menahan ekspansi.
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed