Greenspan Desak Cina Secepatnya Terapkan Fleksibilitas Yuan

Greenspan Desak Cina Secepatnya Terapkan Fleksibilitas Yuan

- detikFinance
Selasa, 07 Jun 2005 12:19 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Sentral AS, Alan Greenspan, meminta Cina untuk menerapkan fleksibilitas mata uangnya, Yuan, secepat mungkin. Namun Greenspan secara bijak menegaskan, penerapan mata uang yang lebih fleksibel adalah demi kebaikan Cina semata, dan tidak memberi dampak yang berarti pada perekonomian AS."Saya telah mengatakan beberapa kali bahwa membuat Yuan lebih fleksibel adalah untuk kepentingan Cina semata," kata Greenspan.Greenspan menyampaikan sikapnya itu dalam forum bank sentral yang berlangsung di Beijing, melalui sambungan satelit dari Washington, seperti dilansir AFP, Selasa (7/6/2005).Greenspan percaya bahwa langkah Cina menyesuaikan rezim mata uangnya "layak secepatnya" diterapkan. Namun Greenspan tidak memberi penjelasan lebih lanjut, mengapa fleksibilitas Yuan layak diterapkan secepatnya. Dalam forum itu, Gubernur Bank Sentral Cina Zhou Xianochuan kembali menegaskan bahwa Cina memerlukan waktu lagi untuk menerapkan fleksibilitas Yuan. "Jika terlalu banyak ekspektasi untuk pematokan Yuan, hal itu terlalu berat untuk kami tanggung," kata Zhou. Zhou menekankan, apresiasi mata uang Cina merupakan jawaban dari seluruh permasalahan ekonomi. Ia menambahkan, alasan utama Cina memerlukan waktu lebih lama untuk menerapkan fleksibilitas dalam sistem mata uangnya adalah karena banyak persiapan yang harus dilakukan negara berpenduduk terbesar di dunia itu. "Cina perlu mempersiapkan reformasi mata uangnya dalam beberapa hal. Kami harus mereformasi institusi keuangan agar siap untuk lingkungan mata uang yang lebih fleksibel di masa depan," kata Zhou. Zhou menegaskan, Cina harus memperbaiki sistem keuangannya yang saat ini tengah didera masalah kredit macet. Cina juga harus membuat pasar valasnya matang, untuk mengikuti institusi keuangan dan sektor keuangan. Hal itu penting agar pasar valas mampu memberi perlindungan atas risiko mata uang. Cina saat ini memberlakukan patokan mata uangnya sebesar 8,28 kali dolar AS. Pematokan itu dinilai terlalu rendah, sehingga menguntungkan para eksportir Cina. Sejumlah negara, terutama AS, selalu menyerukan agar Cina segera memberlakukan mata uang yang lebih fleksibel. Cina telah mengisyaratkan kesediaannya untuk memperberlakukan mata uang yang lebih fleksibel. Namun Cina tidak pernah memberi kepastian waktu penerapannya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads