Follow detikFinance
Rabu, 13 Des 2017 16:06 WIB

Begini Skema Duet Grab dan Yusuf Mansur

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Grab Indonesia, Kudo dan PayTren resmi menjalin kerjasama. Nota kerjasama ditandatangani langsung oleh perwakilan kedua pihak.

Founder & Owner PayTren, Yusuf Mansur menjelaskan, kerjasama yang terjalin masih berupa sinergi teknologi aplikasi yang dimiliki PayTren, Grab Indonesia dan entitas usahanya Kudo. Dengan begitu mitra ataupun user dari ketiga perusahaan aplikasi tersebut bisa menggunakan fitur dari ketiga aplikasi tersebut.

"Intinya dengan kerjasama ini, apapun yang dimiliki Kudu atau Grab bisa dimaksimalkan oleh PayTren. Begitu juga sebaliknya," tuturnya di Kudoplex 2, Jakarta, Rabu (13/12/2017).


Untuk saat ini para mitra PayTren yang hanya bisa menjual paket internet, pulsa telepon, token listrik dan tiket pesawat kini juga bisa melakukan proses perekrutan mitra pengemudi Grab.

Para mitra PayTren akan diberikan pelatihan untuk bagaimana bisa mendaftarkan mitra pengemudi Grab yang baru. Proses tersebut bisa dilakukan mulai pertengahan Januari 2018 dan akan menjadi fitur tambahan dalam aplikasi PayTren. Bahkan jika mau, mitra PayTren juga bisa menjadi pengemudi Grab.

"Kita sekarang punya mitra 1,7 juta orang, dengan kerjasama ini kawan-kawan PayTren dia bisa jadi (pengemudi) Grab juga, dengan komisi yang berbeda dan bisa merekrut juga dan jadi agen passanger," tambah Yusuf Mansur.

Begini Skema Duet Grab dan Yusuf MansurFoto: Danang Sugianto

Sementara Managing Director Grabpay Indonesia, Ongki Kurniawan menambahkan, kerjasama tersebut juga demi merealisasikan target yang dicanangkan perusahaan dalam program Grab 4 Indonesia. Dalam program tersebut Grab menyiapkan investasi hingga US$ 700 juta untuk menciptakan 5 juta mitra hingga 2020.

"PayTren sudah punya 1,7 mitra, Kudo yang sudah kita akuisisi punya 700 ribu mitra, kami sudah hadir di 100 kota, jika dijumlahkan sudah 3 juta mitra lebih. Dengan begitu target 5 juta itu kami yakin bisa tercapai," tandasnya.

Meski begitu, kedua belah pihak tidak menutup kemungkinan jika ada kerjasama penggunaan platform seperti penggunaan pembayaran elektronik PayTren untuk GrabPay. Namun hal itu masih berupa wacana, sebab keduanya masih terkendala masalah perizinan dengan Bank Indonesia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed