Follow detikFinance
Rabu, 13 Des 2017 19:28 WIB

Spekulan Bitcoin Ibarat Batu Bacan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Bitcoin atau uang virtual terus mengalami pergerakan setiap harinya. Namun tahun ini, uang digital yang diciptakan pada 2009 lalu ini terus mencetak rekor harga tertinggi bahkan sempat tembus US$ 18.000 per keping.

Hal ini jadi mengingatkan kita kembali dengan ikan Louhan, tanaman Adenium, tanaman gelombang cinta dan terakhir yang paling terkenal batu bacan. Keempat tren ini memang fenomenal di masyarakat, pasalnya harga yang dipasang bisa dibilang tidak masuk akal.

Satu batu bacan saja bahkan bisa dihargai ratusan juta. Namun kini keempatnya tinggal kenangan, harganya bahkan sudah tak sampai ratusan ribu.

Lalu bagaimana dengan bitcoin yang harganya juga melesat cepat?

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan, bitcoin dengan batu bacan agak jauh berbeda. Karena bacan adalah benda berwujud nyata sedangkan bitcoin berwujud virtual yang dibangun dari sistem rantai blok atau blockchain.

"Bitcoin ini agak jauh berbeda dengan batu bacan. Tapi secara spekulan, memang batu bacan dan bitcoin itu sama," kata Oscar dalam diskusi di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Dia menjelaskan, masyarakat berpotensi untuk membuat batu bacan yang palsu. Namun tidak mudah untuk membuat bitcoin palsu. Hal ini karena, sistem rantai blok nya sudah didesain sedemikian rupa agar tidak bisa disalin. "Bitcoin itu supply nya terbatas di seluruh dunia," imbuh dia.

Namun Oscar menjelaskan, dirinya juga tidak berani memprediksi keberadaan bitcoin di dunia. Apakah akan ada inovasi atau hilang selamanya. Saat ini ada 13.000 jenis cryptocurrency pada pasar bitcoin di seluruh dunia. Bitcoin adalah virtual currency yang paling tua dan paling banyak dimiliki.

"Bitcoin itu paling tua di dunia, di masa depan nilai bitcoin itu yang menentukan adalah pasar," ujarnya.

Hari ini (13/12) mengutip bitcoin.com nilai satu keping tercatat US$ 16.747 per keping padahal, minggu lalu bitcoin sempat tembus US$ 18.000 per keping. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed