Follow detikFinance
Kamis 11 Jan 2018, 18:16 WIB

BRI Gandeng AP II Fasilitasi Transaksi Non Tunai di Bandara

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
BRI Gandeng AP II Fasilitasi Transaksi Non Tunai di Bandara Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memberikan fasilitas jasa dan layanan perbankan melalui jalur cashless atau non tunai di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (AP II).

Direktur Kredit Menengah, Korporasi dan BUMN BRI Kuswiyoto menjelaskan dengan kerja sama ini BRI memfasilitasi pembayaran non tunai di bandara.

"Hal ini, tentunya untuk turut mendukung program Bank Indonesia untuk menerapkan masyarakat tanpa uang tunai (cashless society) yang saat ini sudah familiar dengan sistem kartu dan ke depannya akan menggunakan sistem QR Code," kata Kuswiyoto dalam acara penandatanganan kerja sama di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Dia menjelaskan dengan kerja sama ini BRI akan memberikan layanan dan kemudahan perbankan yang optimal melalui E-Payment System BRI yang meliputi transaksi penerimaan dan juga monitoring data transaksi yang terjadi di setiap tenant yang telah bekerja sama dengan Angkasa Pura II.

Berdasarkan data per September 2017, BRI telah memiliki 10.639 unit kerja dan 357.679 jaringan kerja e-channel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis AP II Daan Achmad mengatakan, dengan terjalinnya kerja sama ini diharapkan memberikan keunggulan dalam setiap transaksi yang dilakukan sehingga semua transaksi dapat tercatat dan mudah diawasi serta menghasilkan output kinerja keuangan perusahaan lebih efisien.

"Kerja sama ini adalah penyempurnaan dari kerja sama terdahulu, dalam pengembangan Bandara di lingkungan Angkasa Pura II kegiatan transaksi keuangan meningkat sehingga perlu di support agar menjadi lebih mudah, paperless, traceable dan yang terpenting reliable," kata Daan.

Korporasi cari dana di pasar modal

Sementara itu, Kuswiyoto menganggapi debitur korporasi mulai menggeser pencarian dana dari perbankan ke pasar modal. Hal ini dilakukan karena, pendanaan dari pasar modal memiliki tingkat pengembalian atau bunga yang lebih kecil daripada perbankan.

Kuswiyoto menjelaskan, pergeseran pendanaan sudah terjadi sejak dulu. Karena itu perseroan sudah memiliki rencana lain untuk mengimbangi kegiatan tersebut.

"Kita sudah planning, memang perusahaan itu kalau dia sudah bagus dan besar akan ke arah sana (ambil dana di pasar modal). Kita juga mendukung," kata Kuswiyoto usai acara penandatanganan kerja sama, di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Dia menjelaskan, perbankan telah memproyeksikan memang akan terjadi perpindahan dari debitur yang besar ke pasar modal. Namun Kuswiyoto yakin, perusahaan tersebut tidak akan meninggalkan jasa layanan bank.

"Memang untuk funding bisa didapatkan di pasar modal, tapi kan transaksinya tetap enggunakan bank. Tetap ada potensi yang kita dapatkan, itu tidak masalah," imbuh dia. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed