Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Feb 2018 11:11 WIB

Jadi Korban Skimming, Apa yang Harus Dilakukan Nasabah Bank?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi Pembobolan ATM (Foto: Lamhot Aritonang) Ilustrasi Pembobolan ATM (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Pencurian uang di rekening bank dilakukan secara random atau secara acak. Nasabah harus berhati-hati agar tidak menjadi korban pencurian ini.

Tapi bagaimana jika sudah terlanjur menjadi korban? Apa yang harus dilakukan?

Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bambang Tribaroto mengatakan jika terlanjur menjadi korban pembobolan rekening yang paling utama dilakukan adalah melapor ke pihak bank.

"Langsung laporkan ke call center, jelaskan apa yang terjadi. Sebagai langkah awal nantinya kartu ATM akan diblokir, secara otomatis id internet dan mobile banking juga akan ikut terblokir," kata Bambang saat dihubungi detikFinance, Rabu (14/2/2018).


Dia menambahkan, setelah langkah tersebut dilakukan nasabah biasanya diminta menunggu beberapa waktu. Sementara itu pihak bank akan melakukan penelusuran apa yang sebenarnya terjadi pada transaksi di rekeningnya tersebut.

Bank juga akan melakukan pemeriksaan mendalam dan penelisiran terhadap indikasi skimming. Pasalnya skimming adalah cara pembobolan rekening bank yang masih populer di Indonesia.

Dia menjelaskan, skimming adalah tindak kejahatan yang menyerang perbankan dan terjadi tak hanya di Indonesia. Tapi juga di sejumlah negara dengan jaringan internasional.

"Ketika ada pembobolan rekening, selain nasabah, pihak bank pun turut menjadi korban. Reputasi akan kenyamanan dan tingkat keamanan yang terjaga menjadi turun di mata masyarakat," imbuh dia.

Bambang menjelaskan, setelah terbukti bahwa kejadian tersebut adalah tindakan skimming. Maka pihak BRI akan melakukan penggantian, namun tetap dilihat secara case by case.

untuk mengantisipasi tindak kejahatan perbankan yang dilakukan melalui mesin ATM, BRI telah melakukan edukasi kepada nasabah melalui berbagai media.

"Antara lain kami rutin melakukan sms blast, edukasi di website BRI, media sosial. Selain itu, Bank BRI juga mengintensifkan pemeriksaan ATM untuk mengantisipasi tindak kejahatan skimming," kata Bambang.

Dia menjelaskan BRI terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap para nasabahnya, BRI senantiasa menampung dan merespon keluhan nasabah, demi tercapainya pelayanan yang prima dan konsisten.


Untuk mencegah skimming, nasabah diminta untuk berhati-hati dalam bertransaksi. Hindari menggunakan mesin ATM di tempat yang sepi, untuk meminimalisir kejadian penyalinan data karena mesin tersebut kurang pengawasan.

"Selain itu jangan pernah berikan informasi PIN kepada siapapun. Jika bertransaksi harus ditutup supaya orang lain tidak lihat," imbuh dia.

Selanjutnya, jika bertransaksi menggunakan internet banking jangan menggunakan jaringan wifi bebas, komputer bebas dan jangan pernah sekalipun menekan pilihan simpan password yang ditawarkan oleh browser. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed