Follow detikFinance
Rabu, 14 Feb 2018 14:52 WIB

Lembaga Abal-abal yang Bisa Hapus Utang Masih Hidup, Warga Resah

Sudirman Wamad - detikFinance
Foto: Sudirman Wamad Foto: Sudirman Wamad
Jakarta - United Nations Swissindo Trust Internasional Orbit (UN Swissindo) mengklaim jadi lembaga yang mampu menghapuskan utang umat manusia di dunia. Lembaga abal-abal ini membuat resah warga sekitar.

Kegiatan UN Swissindo terpusat di Cirebon, tepatnya di Perumahan Griya Caraka, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Soegiharto Notonegoro yang akrab disapa Sino menjadi pemimpinnya. Bahkan, diklaim oleh pengikutnya sebagai Presiden Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Rumah milik pimpinan UN Swissindo itu berada di RT 2 Griya Caraka. detikFinance juga berusaha meminta keterangan dari ketua RT setempat.

Dadang Sadarudin selaku Ketua RT 2 saat disambangi di kediamannya tak ada. Di rumahnya, hanya ada anak perempuan Dadang, yang masih duduk di bangku SMA. Menurut anaknya, Dadang sedang bekerja.

detikFinance mencoba menghubungi Dadang. Melalui sambungan telepon, Dadang mengatakan UN Swissindo masih melakukan kegiatan kumpul-kumpul hingga saat ini. Kendati OJK dan Satgas Waspada Investigasi telah menghentikan kegiatannya.

Menurut Dadang, warganya merasa terganggu dengan keberadaan UN Swissindo. Enam hari lalu, sambung Dadang, warganya benar-benar terusik. Dadang dan warga Girya Caraka pun menggeruduk markas UN Swissindo.

"Intinya sih warga resah. Kemarin itu masalahnya, pengikutnya (UN Swissindo) itu kayak orang stres. Teleponan sambil jalan, kan menganggu keamanan di kompleks," kata Dadang saat dihubungi detikFinance, Rabu (14/2/2017).


Dadang berharap pihak kepolisian melakukan tindakan tegas terhadap UN Swissindo. Sebab, hingga saat ini UN Swissindo masih tetap eksis melakukan kegiatan. Padahal, pihaknya telah melayangkan laporan ke Polsek Kedawung Polres Cirebon.

"Kita sudah dua kali lapor ke polisi, pertama tahun 2016 dan kedua tahun 2017. Sekarang masih ada kegiatan. Tapi, setelah diguruduk itu tidak terlalu ramai," tuturnya.

Dadang mengatakan UN Swissindo mulai bermaskas di Griya Caraka sejak 2010. Tiga tahun setelah Dadang pindah ke Gria Caraka. Menurut Dadang, awalnya warga Griya Caraka tak menaruh curiga terhadap keberadaan UN Swisindo. Namun, setelah pengikutnya bertambah banyak, warga mulai resah.

"Kami menolak pas ramai, banyak mobil, bus terparkir. Ada yang dari Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur, dan lainnya. Selain itu, pengikutnya sempat menggunakan masjid di kompleks untuk istirahat atau tidur. DKM sempat complain. Katanya sebelum di sini itu (markasnya) di Plumbon, tapi diusir warga. Terus ke sini," kata Dadang.



(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed