Go-Jek Menanti Izin QR Code dari BI

- detikFinance
Kamis, 15 Feb 2018 09:57 WIB
Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET
Jakarta - Go-Pay, layanan dompet elektronik milik Go-Jek telah menyerahkan seluruh persyaratan terkait dengan izin scan QR kepada Bank Indonesia (BI). Perusahaan teknologi ini pun tengah menanti datangnya izin tersebut.

Presiden Go-Jek Indonesia Andre Soelistyo mengatakan bahwa pihaknya menghormati proses perizinan yang dilakukan oleh BI dan hanya bisa menanti turunnya izin tersebut.

"Kami telah menyerahkan seluruh persyaratan metode scan QR yang diperlukan untuk mendapat izin dari BI. Kami menghormati proses perizinan dan saat ini posisi kami adalah menunggu perizinan," tutur Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (15/2/2018).


Andre melanjutkan, Go-Jek terus melakukan koordinasi dan diskusi dengan BI untuk memastikan seluruh upaya dan inisiatif pihaknya sejalan dengan aspirasi dan program Bank Indonesia terutama terkait dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

"Kami selalu melakukan diskusi intensif dengan BI mengenai QR apa yang bisa diadaptasi di Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa metode pembayaran lewat QR Go-Pay telah menyelesaikan masa uji coba dan sedang menunggu persetujuan Bank Indonesia untuk peluncuran secara keseluruhan.

"Pembayaran elektronik melalui metode QR merupakan layanan baru dari Go-Pay yang dikembangkan guna membantu para pelaku UMKM untuk mempermudah bertransaksi. Pada bulan September 2017 lalu, kami melakukan proyek uji coba untuk memastikan teknologi yang digunakan memenuhi standar keamanan dan manajemen risiko tertinggi sesuai dengan regulasi yang berlaku," kata Andre.

Senada dengan Andre, CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan sebagai penyedia layanan on-demand, Go-Jek membuka kolaborasi dengan semua pihak termasuk perbankan untuk mempromosikan transaksi non-tunai dan meningkatkan inklusi keuangan.

"Kami tidak bisa berdiri sendiri. Go-Pay tidak akan pernah menggantikan Bank, Kami justru butuh bank. Harapannya dengan kehadiran kami dapat mendorong para pekerja sektor informal dan sektor UMKM agar bisa mengakses produk perbankan yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka," ujarnya. (Danang Sugianto/dna)