Follow detikFinance
Senin, 26 Feb 2018 07:26 WIB

Jangan Salah Beli, Ini Tips dan Trik Asuransi

Aidil Akbar Madjid - AAM & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Asuransi adalah salah satu produk keuangan yang dibutuhkan dan juga selalu direkomendasikan dalam proses perencanaan keuangan. Sayangnya sering kali banyak orang salah beli asuransi.

Asuransi sendiri banyak sekali jenisnya sayangnya tidak banyak orang yang mengetahui secara detil tentang asuransi sendiri. Bahkan dalam asuransi jiwa kecenderungan lebih banyak orang salah beli produk dan salah beli polis.

Oleh sebab itu berikut ini mari kita bahas beberapa tips dan trik tentang asuransi yang jarang atau tidak banyak diketahui oleh banyak orang.

1. Asuransi Dibagi Menjadi 2 Kelompok Besar
Di Indonesia industri asuransi dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Asuransi Jiwa dan Asuransi Kerugian alias Asuransi Umum. Nah Asuransi Jiwa yang melayani yang berhubungan dengan kematian seseorang.

Dengan kata lain, risiko lainnya yang tidak berhubungan dengan kematian maka risiko tersebut berada di bawah asuransi kerugian. Hal ini yang kemudian membuat orang salah kaprah dan menyebabkan salah beli dengan asuransi yang sudah mereka miliki.

Sementara untuk asuransi kerugian akan memproteksi risiko apapun yang tidak diproteksi di dalam asuransi jiwa. Beberapa contoh asuransi kerugian yang berhubungan keuangan keluarga seperti misalnya; asuransi kesehatan (rawat jalan dan rawat inap), asuransi cacat (saat ini belum bisa berdiri sendiri), asuransi manula, asuransi rumah (properti), asuransi kendaraan, dan masih banyak lagi.

2. Asuransi Kesehatan Tidak Harus Dibeli dengan Asuransi Jiwa
Nah akibat ketidakpahaman masyarakat di Indonesia tentang poin nomor 1 di atas, yang sering terjadi adalah kesalahan dalam membeli asuransi, khususnya asuransi kesehatan. Ingat asuransi kesehatan sendiri ada 2 macam yaitu kesehatan rawat jalan dan rawat inap.

Untuk asuransi kesehatan rawat jalan biasanya ditawarkan dalam bentuk asuransi kelompok/kumpulan atau group (bisa minimal 10-15 orang tergantung perusahaan asuransinya). Nah, ketika anda beli asuransi ini sendiri (individu) maka premi yang anda bayarkan menjadi relatif mahal.

Sementara asuransi kesehatan rawat inap yang paling sering salah beli oleh masyarakat adalah asuransi kesehatan rawat inap. Kenapa demikian dan di mana letak salahnya. Pertama, asuransi kesehatan yang dijual oleh asuransi umum jarang sekali yang menggunakan jasa orang alias agen asuransi yang mencari dan mendatangi kliennya.

Kebanyakan asuransi kesehatan yang dijual didalam asuransi umum dijual langsung di perusahaan mereka ataupun melewati broker asuransi. Kalaupun ada yang memiliki agen, jumlah mereka sedikit sekali. Hal ini berbanding terbalik dari agen asuransi jiwa.

Perusahaan asuransi jiwa justru menjual produk mereka menggunakan jasa orang per orang yang kemudian disebut agen asuransi. Nah, agen asuransi ini yang secara agresif menawarkan produk asuransi jiwa. Lalu letak salahnya di mana?

Perusahaan asuransi jiwa juga menawarkan asuransi kesehatan tapi bentuknya sebagai asuransi tambahan atau dikenal dengan istilah riders. Ketika anda beli asuransi kesehatan di sini, mau tidak mau anda wajib juga beli asuransi jiwanya, karena asuransi kesehatan di sini tidak bisa dibeli terpisah.

Pertanyaanya adalah apakah anda butuh asuransi jiwanya? Atau apakah anda sudah punya banyak polis asuransi jiwa? Banyak orang yang tidak sadar beli asuransi jiwa, padahal tujuan awal ingin beli asuransi kesehatan. Sehingga menjadi mubazir alias membayar mahal produk yang sebenarnya dia tidak butuhkan.

3. Beli Asuransi Tambahan Meskipun Sudah Punya Dari Kantor
Ketika saya mengisi talkshow atau seminar salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan adalah "Apakah saya harus membeli asuransi tambahan, terutama kesehatan, meskipun sudah punya asuransi dari kantor?" Jawaban dari pertanyaan ini adalah tergantung dari banyak hal.

Pertama, apakah asuransi kesehatan yang di-cover oleh kantor anda sudah melindungi secara penuh untuk semua klaim tanpa batasan, ataukah ada batasan nominal tertentu. Bila sudah terpenuhi secara menyeluruh maka membeli asuransi tambahan menjadi pillihan, meskipun tetap dianjurkan.

Kedua, Apabila ternyata asuransi dari kantor tidak ditanggung penuh, maka membeli asuransi tambahan menjadi suatu keharusan.

Pertanyaanya adalah kenapa tetap dianjurkan membeli asuransi, meskipun itu hanya berupa pilihan. Nah untuk menjawab dibutuhkan penjelasan panjang lebar tentang pengertian dan dasar dari asuransi kesehatan.

Dan hal itu dibahas secara mendalam dikelas Perencanaan Keuangan yang dilaksanakan oleh tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Info workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana bulan depan 2018 buka di sini http://bit.ly/WRD0218. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini http://bit.ly/PMM0218.

Untuk di Bali atau anda ingin belajar sambil liburan bisa ikutan dibulan February workshop mengelola keuangan, info http://bit.ly/PMDPS02, Dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan Reksa Dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02 lumayan bisa jalan-jalan liburan sambil belajar lho. Ada juga yang di Jogja, info bisa buka di sini http://bit.ly/PMJGS18 dan di sini http://bit.ly/RDJGS18.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Intermediate Financial Planning info lihat di sini http://bit.ly/IMD0318.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini t.me/seputarkeuangan.

Pesan moralnya adalah, asuransi adalah produk yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang karena asuransi adalah salah satu pilar perencanaan keuangan pribadi dan keluarga. Hanya saja produk ini memiliki banyak trik yang bila tidak kita pelajari lebih detil lagi anda bisa terperangkap, salah beli asuransi yang berakibat kerugian baik secara finansial maupun waktu.

Itulah sebabnya sangat dianjurkan untuk mempelajari produk ini sebaik dan sedetil mungkin. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed