Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Mar 2018 10:40 WIB

Pencurian Uang di Rekening Bank Dikendalikan Sindikat Internasional

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta - Pencurian uang di rekening bank yang diduga menggunakan metode skimming masih terjadi di Indonesia. Tindak kejahatan ini sebenarnya dilakukan secara terorganisir oleh sindikat internasional.

Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah menjelaskan dengan terjadinya dugaan skimming ini maka bank harus tetap meningkatkan keamanan dana nasabah agar nasabah tetap merasa nyaman dan aman menyimpan uang di bank.

"Seperti yang sudah saya sampaikan di seminar-seminar. Kejahatan skimming ini dilakukan terorganisasi secara internasional. Kalau tidak diungkap pelaku atasnya atau top levelnya, ya otomatis akan terus berulang kejadian ini, harus ke akar-akarnya dituntaskan," kata Ruby saat dihubungi detikFinance, Rabu (14/3/2018).


Karena bank juga tidak bisa mengubah sistem mesin ATM secara masif, jadi pihak berwajib juga harus menghentikan sampai tuntas agar kejadian tidak terus berulang.

Menurut Ruby, saat ini jika ada kejadian skimming ini hanya menindak pelaku operasional bukan aktor intelektualnya.

"Masalahnya sama terus nih, pengungkapan kasus belum sampai ke aktor intelektual yang mengorganisir kejahatan ini. Kalau hanya orang lokalnya yang ditindak, mereka bisa ganti orang lagi dengan mudah, karena orang lokalnya hanya 'pesuruh'," imbuh dia.

Dia menjelaskan, pelaku kejahatan ini memiliki tim yang terstruktur. Mereka sudah menyusun buku panduan, menyiapkan alat dan komputer dengan sistem yang baik.


Setelah itu, sindikat ini merekrut orang orang dan menjanjikan bonus yang besar untuk tindakan ini.

Biasanya dana hasil skimming ini digunakan untuk pembiayaan teroris. Mereka mencari dana dengan melakukan peretasan dan pencurian uang nasabah perbankan untuk biaya operasional.

Menurut Ruby, negara berkembang seperti Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi target empuk untuk pembobolan rekening nasabah. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed