BI Alihkan Sasaran Operasi Moneter ke Suku Bunga Mulai Juli
Kamis, 30 Jun 2005 19:16 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan mengalihkan sasaran operasi moneter dari uang primer atau base money ke suku bunga. Hal itu dilakukan seiring makin sulitnya mengendalikan uang primer.Kebijakan itu tertuang dalam salah satu kebijakan baru yang diluncurkan BI pada Kamis (30/6/2005).BI meluncurkan dua kebijakan ini di bidang moneter dan perbankan, yaitu mengenai implementasi suku bunga sebagai sasaran operasional kebijakan moneter dalam kerangka inflation targeting dan proses percepatan konsolidasi perbankan.Dua kebijakan itu diumumkan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta."Kedua kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang saling bersinergi. Upaya Bank Indonesia untuk menjaga inflasi pada tingkat yang kondusif guna mempercepat gerak roda perekonomian melalui inflation targeting memerlukan dukungan sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien," kata Burhanuddin.Tanpa adanya sistem perbankan yang sehat, lanjut Burhanuddin, tidak mungkin kebijakan moneter dapat dilakukan secara efektif. Begitu juga sebaliknya, stabilitas moneter diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem perbankan.Selama ini BI telah menerapkan kerangka kebijakan moneter yang diarahkan untuk mengendalikan inflasi, dan dilakukan secara transparan. Namun dalam praktiknya, BI masih menggunakan uang primer sebagai sasaran operasional. Menyadari makin sulitnya upaya mengendalikan uang primer sebagai dampak dari berbagai kemajuan yang dicapai oleh sektor keuangan, maka mulai bulan Juli mendatang, BI akan menggunakan suku bunga sebagai sasaran operasi moneter. Dengan demikian BI akan menggunakan BI rate yang akan diumumkan pada setiap Rapat Dewan Gubernur (RDG) triwulanan. Secara umum, ada tiga prinsip dasar penyempurnaan framework yang diumumkan hari ini. Pertama, BI akan menggunakan suku bunga (BI rate) sebagai sasaran operasional menggantikan base money. Kedua, kebijakan moneter akan dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel. Ketiga, BI akan melakukan penguatan mekanisme perumusan dan pengambilan kebijakan moneter.Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam mempengaruhi ekspektasi inflasi masyarakat, kebijakan moneter akan dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.Akuntabilitas kebijakan moneter dilakukan dengan penyampaian secara tertulis maupun penjelasan langsung atas Laporan Kebijakan Moneter secara triwulanan.
(qom/)










































