Rupiah Kian Kritis
Senin, 04 Jul 2005 16:52 WIB
Jakarta - Posisi rupiah kian kritis dan terus mencapai level terendahnya tahun ini terhadap dolar AS. Pada perdagangan Senin (4/7/2005), nilai tukar rupiah ditutup mendekati level Rp 9.900 per dolar AS, yakni pada level Rp 9.873 per dolar AS.Pada awal pembukaan perdagangan, rupiah langsung merosot ke level Rp 9.805 per dolar AS. Sementara pada penutupan Jumat, 1 Juli 2005, rupiah berada di level Rp 9.775 per dolar AS.Pengamat valas Farial Anwar menegaskan, pelemahan rupiah saat ini terjadi karena tidak seimbangnya suplai dan demand. Bank Indonesia (BI) juga dinilai gagal menghadang berbagai faktor yang melemahkan rupiah akhir-akhir ini. Kebijakan BI menaikkan suku bunga hingga di level 8 persen juga dinilai Farial sebagai kebijakan yang terlambat. Dari sisi internal, rupiah kian terdesak oleh tingginya permintaan dari Pertamina dan korporasi. Apalagi, tambah Farial, dengan tingginya harga minyak dunia, akan membuat kebutuhan Pertamina terhadap dolar kian melonjak. Kebutuhan dolar inilah yang juga menggerus cadangan devisa Indonesia. Dari sisi eksternal, lanjut Farial, tekanan datang dari kenaikan suku bunga Fed hingga level 3,25 persen. Kenaikan itu membuat investor cenderung memilih membeli dolar karena exchange rate gain-nya lebih menjanjikan.
(qom/)











































