Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Apr 2018 18:20 WIB

Ada GPN, Data Transaksi Kartu Debit Diolah di Dalam Negeri

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sudah diluncurkan akhir tahun lalu. Beberapa waktu terakhir sejumlah bank mulai meluncurkan kartu GPN berlogo garuda merah.

Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky Purnomo Wibowo menjelaskan dengan menggunakan GPN maka akan terjadi penghematan pada transaksi non tunai di Indonesia.

Menurut Pungky GPN ini turut menurunkan biaya merchant discount rate (MDR) yang selama ini diberlakukan oleh merchant atau toko kepada pembeli sekaligus nasabah.


Dia menjelaskan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) sebagai perusahaan atau lembaga switching GPN dari BI bisa menghemat Rp 1 triliun hingga akhir April.

"Karena routing (proses pengolahan data) dilakukan di dalam negeri. Selama ini kan masih di luar. Jadi ada penghematan," kata Pungky dalam konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Dia menjelaskan, selain bisa lebih hemat. Kartu yang sudah menggunakan GPN lebih aman dan bisa lebih murah karena terkoneksi dengan seluruh bank.

Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena menjelaskan potensi penghematan memang besar namun dia enggan menyebutkan berapa jumlahnya.

"Kalau angka persis saya belum bisa sebut. Tapi dalam hitungan T (triliun) lah," imbuh dia.


Bayu melanjutkan, saat ini rata-rata masyarakat bertransaksi dengan kartu debit sebesar Rp 400-500 ribu untuk sekali transaksi.

Dengan adanya kartu debit berlogo GPN, maka potensi yang masuk ke Indonesia akan lebih banyak. Sebab, routing dan proses data pada debit berlogo Garuda ini dilakukan di dalam negeri.

Sebelum adanya GPN, saat masyarakat melakukan transaksi menggunakan kartu dengan prinsipal asing, seperti Visa dan MasterCard, maka ada komponen dari MDR yang ditarik untuk ke pihak asing tersebut.

Dengan adanya logo GPN, maka tak ada lagi komponen MDR untuk prinsipal asing.

"Maksudnya penghematan kan gini, kalau merchant ada MDR itu, ada berapa persen komponen masuk ke luar sana (Visa atau MasterCard). Nah ini dengan GPN masuk ke dalam negeri semuanya," kata Direktur Bisnis Artajasa Anthoni Morris. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed