Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan kaburnya dolar AS dari Indonesia salah satunya terjadi karena suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 days Repo Rate terlalu rendah.
Peluang rupiah melemah sampai kuartal ke IV 2018 masih terbuka lebar. Jadi kurs rupiah bisa sangat mungkin tembus 14.000/US$ bahkan lebih dari itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang BI menahan suku bunga acuan di level 4,25% sejak 7 bulan lalu. BI menyebutkan tidak ada lagi ruang untuk penurunan bunga acuan.
Sementara itu posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2018 tercatat US$ 126 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan akhir Februari 2018 US$ 128,06 miliar.
Baca juga: Dolar AS Sentuh Rp 13.900 Pagi Ini |
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,9 bulan impor atau 7,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," bunyi keterangan tertulis Bank Indonesia, Jumat. (dna/dna)











































